Saat Dikendarai Mobil Nissan XTrail Terbakar di Dumai
viralnasional.com Dumai Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih peribahasa ini bermakna bahwa nasib, baik atau buruk, sudah men
Berita
viralnasional.com- Bandung– Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri menegaskan komitmen untuk mempercepat penurunan stunting melalui penguatan koordinasi lintas sektor dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional II yang digelar di Bandung, beberapa waktu lalu.
Baca Juga:
Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, pada sambutannya menyampaikan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan agenda strategis guna mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. "Upaya ini bukan sekadar menurunkan angka prevalensi, melainkan memastikan generasi penerus tumbuh sehat, cerdas, dan mampu bersaing di tingkat global," tegas Restuardy, dalam rilis yang diterima redaksi, Sabtu (23/8
Berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting berada di angka 19,8%. Target nasional pada 2025 adalah 18,8% atau penurunan 1% dalam satu tahun. Meski terdapat kemajuan signifikan selama satu dekade terakhir dengan penurunan 17,45%, tantangan masih besar, terutama disparitas antarwilayah, rendahnya cakupan layanan gizi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan, serta keterbatasan infrastruktur di daerah terpencil.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemendagri telah menerbitkan berbagai regulasi, antara lain Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan RPJMD, serta Surat Edaran Nomor 400.5.7/1685/Bangda Tahun 2025 tentang Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting. Melalui kebijakan ini, pemerintah daerah diwajibkan mengintegrasikan target penurunan stunting ke dalam dokumen RPJMD, RKPD, hingga rencana strategis perangkat daerah.
Restuardy menjelaskan bahwa Kemendagri juga melakukan transformasi pelaksanaan 8 aksi konvergensi menjadi strategi baru yang lebih terintegrasi, termasuk pemanfaatan web Aksi Bangda yang terkoneksi dengan sistem kesehatan dan kependudukan nasional. "Pendekatan digital ini mempermudah monitoring sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas daerah," ujarnya.
Kemendagri membagi klasifikasi kinerja daerah dalam penanganan stunting menjadi tiga kategori, yakni Tumbuh, Berkembang, dan Berdaya, yang digunakan sebagai acuan pendampingan pemerintah pusat. Data per 4 Agustus 2025 menunjukkan 24 provinsi telah mencapai progres aksi konvergensi di atas 25%, sembilan provinsi di kisaran 13–25%, sementara lima provinsi masih di bawah 13%.
"Penanganan stunting membutuhkan sinergi multisektor, inovasi daerah, dan partisipasi masyarakat. Momentum transisi pemerintahan 2025 harus dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen bersama," kata Restuardy.
Melalui Rakortek Regional II ini, Kemendagri mendorong pemerintah daerah dari tingkat provinsi hingga desa untuk memperkuat koordinasi, memastikan target penurunan stunting terintegrasi dalam perencanaan pembangunan, serta mengoptimalkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. "Perjuangan masih panjang, tapi dengan kerja keras, sinergi, dan fokus bersama, kita bisa wujudkan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera," pungkas Restuardy.
viralnasional.com Dumai Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih peribahasa ini bermakna bahwa nasib, baik atau buruk, sudah men
Berita
viralnasional.com Pekanbaru Dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dengan terdakwa Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid menghadirkan
Hukrim
viralnasional.com &ndash Kecelakaan Lalu Lintas kembali terjadi di wilayah hukum Polda Riau tepatnya di kilometer 99 jalan Lintas Duri &nd
Berita
viralnasional.comRokan Hilir &ndash Bagi para pembudidaya ikan di Sei Manasib, setiap memasuki masa panen lele bukan selalu menjadi momen
Berita
viralnasional.com Dumai Gaya hidup peduli lingkungan kini mulai diterapkan serius di lingkungan Pemerintah Kota Dumai. Wali Kota Dumai,
Berita
viralnasional.com Tim SAR Gabungan melaksanakan Operasi SAR terhadap seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang diduga terjatuh dari kapal pompon
Berita
viralnasional.com Kasus korupsi di Rokanhilir yang menjerat mantan Direktur Utama (Dirut) PT Sarana Pembangunan Rokan Hilir (SPRH) Rahman
Berita
viralnasional.com Dumai &mdash Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terus diperkuat oleh PT Pertamina Patra Niaga melalui implement
Berita