Jumat, 03 Juli 2026

Gas Melon 3 kg Bakal Diganti Tabung CNG Merah Putih?

Administrator - Jumat, 03 Juli 2026 08:25 WIB
Gas Melon 3 kg Bakal Diganti Tabung CNG Merah Putih?
Gas melon diganti dengan tabung CNG merah putih
viralnasional.com -– Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan langkah besar dalam sektor energi rumah tangga. Tabung LPG 3 kilogram atau yang selama ini dikenal sebagai gas melon direncanakan akan digantikan secara bertahap dengan tabung CNG (Compressed Natural Gas) Merah Putih.

Baca Juga:
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG sekaligus menekan beban subsidi energi yang setiap tahun terus membengkak.

Saat ini, pemerintah masih berada pada tahap pengembangan dan pengujian prototipe sebelum implementasi dilakukan secara bertahap.

Kenapa Gas Melon Diganti?

Selama bertahun-tahun Indonesia masih mengandalkan impor LPG untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Di sisi lain, Indonesia memiliki cadangan gas alam yang cukup besar dan dinilai lebih optimal jika dimanfaatkan sebagai sumber energi domestik.

Melalui penggunaan CNG, pemerintah berharap dapat mengurangi impor LPG, memperkuat ketahanan energi nasional, serta menghemat anggaran subsidi negara hingga puluhan triliun rupiah dalam jangka panjang.

Apa Itu Tabung CNG Merah Putih?

CNG atau Compressed Natural Gas merupakan gas alam yang dimampatkan hingga tekanan tinggi sehingga dapat disimpan di dalam tabung khusus.

Berbeda dengan LPG yang berasal dari campuran propana dan butana, CNG memanfaatkan gas alam yang tersedia melimpah di dalam negeri.

Nantinya, CNG akan dikemas dalam tabung berukuran 3 kilogram yang diberi nama Tabung Merah Putih.

Pemerintah menargetkan tabung ini menjadi alternatif pengganti LPG subsidi secara bertahap setelah seluruh proses pengujian selesai.

Apakah Harus Ganti Kompor?

Kabar baiknya, masyarakat tidak perlu membeli kompor baru.

Pemerintah menyatakan tabung CNG Merah Putih dirancang agar tetap kompatibel dengan kompor gas rumah tangga yang selama ini digunakan.

Sistemnya dibuat plug and play, sehingga proses perpindahan nantinya diharapkan tidak menyulitkan masyarakat.

Benarkah Lebih Murah?

Menteri ESDM menyebut penggunaan CNG berpotensi memiliki biaya energi sekitar 30–40 persen lebih efisien dibandingkan LPG karena memanfaatkan gas alam domestik.

Meski demikian, pemerintah mengindikasikan harga yang dibayar masyarakat kemungkinan tetap disamakan dengan harga LPG 3 kilogram agar proses transisi berjalan lebih mudah.

Efisiensi terbesar justru diharapkan berasal dari berkurangnya beban subsidi pemerintah dan menurunnya impor LPG.

Bagaimana dengan Keamanannya?

Isu keamanan menjadi perhatian utama karena tekanan pada tabung CNG jauh lebih tinggi dibandingkan LPG.

Pemerintah menegaskan setiap tabung akan menggunakan material khusus, katup pengaman, regulator yang sesuai, serta harus lolos berbagai pengujian keselamatan di Lemigas sebelum digunakan masyarakat.

Selain itu, karakteristik CNG yang lebih ringan dari udara membuat gas akan lebih cepat naik ke atmosfer apabila terjadi kebocoran di ruang terbuka, berbeda dengan LPG yang cenderung mengendap di permukaan lantai.

Namun demikian, seluruh standar keamanan tetap harus dipenuhi sebelum program diterapkan secara luas.

Masih Tahap Uji Coba

Meski ramai diperbincangkan, masyarakat belum perlu terburu-buru mengganti tabung gas yang digunakan saat ini.

Pemerintah masih melakukan pengujian terhadap prototipe Tabung Merah Putih selama beberapa bulan.

Setelah seluruh aspek teknis dan keselamatan dinyatakan memenuhi standar, implementasi akan dilakukan secara bertahap dimulai dari wilayah yang telah memiliki infrastruktur pendukung.

Rencana penggantian gas melon dengan Tabung CNG Merah Putih merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

Jika seluruh uji keamanan dan kesiapan infrastruktur berhasil dipenuhi, program ini berpotensi memberikan manfaat besar bagi negara melalui penghematan subsidi dan pemanfaatan gas alam dalam negeri.

Namun, keberhasilan implementasinya tetap bergantung pada hasil pengujian, kesiapan distribusi, serta edukasi kepada masyarakat agar proses transisi berjalan aman dan lancar. ***(ant)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
PPN Kirim Produk LPG Reborn 500 MT ke Depot GAS LPG Dumai
Kapal Pompong Angkut 560 Tabung LPG dan Sembako Karam di Dumai
Ledakan Tabung Gas 12 Kg, 3 Orang Tewas Lainnya Luka Bakar
Harga Baru BBM per 1 Januari 2025, Harga Partamax di Riau Turun Rp400 Rupiah
Dua Kapal Bermuatan LPG Terbakar ABK Alami Luka-luka
Beli LPG 3 Kg untuk Masyarakat Miskin Per 1 Januari 2024 Wajib Daftar
komentar
beritaTerbaru