Selasa, 07 Juli 2026

Minim Operasi Pembesaran Payudara, Warga Jual Implan Bekas, Harga Rp 6 Jutaan

Administrator - Selasa, 07 Juli 2026 07:19 WIB
Minim Operasi Pembesaran Payudara, Warga Jual Implan Bekas, Harga Rp 6 Jutaan
Penjualan implan payudara bekas di media sosial
viralnasional.com -- Transaksi penjualan barang yang sudah tidak lagi digunakan merupakan hal yang lazim dilakukan banyak orang untuk memperoleh tambahan dana. Namun, di Rusia, hal itu berkembang menjadi sesuatu yang tidak biasa. Sejumlah perempuan dilaporkan menjual implan payudara bekas mereka melalui berbagai platform iklan online yang belakangan jadi sorotan dan perbincangan hangat.

Baca Juga:
Melansir Oddity Central, fenomena ini muncul di tengah menurunnya minat masyarakat Rusia terhadap operasi pembesaran payudara. Para ahli bedah plastik di negara tersebut melaporkan bahwa jumlah prosedur pembesaran payudara telah menurun sekitar 40 persen dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Seiring dengan meningkatnya jumlah perempuan yang memutuskan melepas implan, iklan penjualan implan silikon bekas pun semakin banyak ditemukan di internet.

Alasan yang diungkapkan oleh para penjual pun beragam. Sebagian mengaku memilih melepas implan setelah melahirkan, sementara yang lain merasa tidak lagi nyaman menggunakannya. Ada pula yang menilai implan justru mempengaruhi rasa percaya diri atau menyebabkan keluhan fisik seperti nyeri pada tubuh. Selain itu, tidak sedikit yang berharap dapat memperoleh kembali sebagian dana yang telah dikeluarkan untuk menjalani prosedur operasi.

Keinginan untuk menjual implan bekas tersebut diduga berkaitan dengan kondisi ekonomi yang sedang dihadapi Rusia. Sejumlah analis menilai tekanan ekonomi, seperti fluktuasi nilai tukar mata uang, menurunnya daya beli masyarakat, hengkangnya sejumlah perusahaan dan bank Barat dari pasar Rusia, serta kelangkaan bahan bakar, telah memengaruhi kondisi keuangan banyak warga.

Situasi tersebut mendorong sebagian orang menjual berbagai barang yang masih memiliki nilai ekonomi, termasuk implan payudara yang sudah tidak digunakan.

Menariknya, penjual implan bekas tidak hanya berasal dari daerah kecil, tetapi juga dari kota-kota besar seperti Moskow dan Sankt Peterburg. Hal ini menunjukkan bahwa fenomena tersebut terjadi di berbagai lapisan masyarakat.

Berdasarkan laporan kanal Telegram BAZA, implan bekas dijual dengan harga sekitar tiga hingga empat kali lebih rendah dibandingkan harga saat masih baru. Sebagai contoh, implan merek Mentor yang semula dijual sekitar 140.000 rubel atau sekitar Rp 32 juta dijual kembali seharga sekitar 35.000 rubel atau sekitar Rp 8 juta. Sementara itu, implan Motiva yang memiliki harga baru sekitar 200.000 rubel atau sekitar Rp 46 juta dijual kembali dengan harga sekitar 30.000 rubel atau sekitar Rp 6,9 juta.

Meskipun ditawarkan dengan harga yang jauh lebih murah, para ahli mengingatkan bahwa implan payudara bekas tidak aman untuk digunakan kembali. Setelah diangkat dari tubuh pemilik sebelumnya, implan masih mengandung biomaterial yang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya melalui proses pembersihan maupun sterilisasi. Sifat material silikon juga membuat proses sterilisasi tidak mampu menghilangkan seluruh sisa jaringan biologis yang menempel.

Para pakar menjelaskan bahwa penggunaan implan bekas milik orang lain berisiko memicu penolakan oleh sistem kekebalan tubuh. Kondisi tersebut dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, mulai dari infeksi dan kerusakan jaringan (nekrosis) hingga risiko yang membahayakan keselamatan pasien. Oleh karena itu, sebagian besar dokter bedah plastik tidak akan menggunakan kembali implan yang sebelumnya telah dipasang pada orang lain. ***(vio/detik/vio)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pecatan TNI AU Todongan Senpi ke Pengendara Mobil di Rohil
Pernikahan Beda Usia 45 Tahun, Pandangan Pengantin Wanita Menjadi Sorotan
Pria 23 Tahun Nikahi Mantan Guru SMK
Pria Ini Poligami, Nikahi Sahabat Istri menjadi Istri Kedua
Kata-kata 'Miskin' yang Dilontarkan Oknum Guru ke Siswa Berujung Pengeroyokan
RSUD Usut Pegawai Terekam CCTV Sedang Mesum
komentar
beritaTerbaru