Jumat, 22 Mei 2026

Telinga Berdenging, 15-20 Persen Populasi Dunia Mengalami dan 58 Persen Gen Z

Administrator - Jumat, 22 Mei 2026 07:41 WIB
Telinga Berdenging, 15-20 Persen Populasi Dunia Mengalami dan 58 Persen Gen Z
f-ilustrasi
viralnasional.com -- Pernah merasa telinga tiba-tiba berdenging saat suasana sedang sepi? Suara seperti "ngiing", desisan, atau dengungan halus memang sering dianggap gangguan biasa. Dunia medis mengenalnya sebagai tinnitus, yaitu gejala yang dapat menjadi tanda adanya masalah pada sistem pendengaran maupun kondisi kesehatan tertentu.

Baca Juga:
Menurut data World Health Organization (WHO), dikutip Disway Malang, Jumat (22/5/2026), lebih dari 1 miliar anak muda di dunia berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat kebiasaan mendengarkan suara terlalu keras melalui earphone, headphone, maupun konser musik. Paparan suara bising dalam jangka panjang disebut menjadi salah satu penyebab utama tinnitus dan gangguan pendengaran permanen.

Tinnitus sendiri merupakan kondisi ketika seseorang mendengar suara tertentu di telinga, padahal tidak ada sumber suara dari luar. Bunyi yang muncul bisa berupa dengingan, desisan, siulan, hingga suara berdetak yang terjadi terus-menerus maupun sesekali.

Dialami Sekitar 15-20% Populasi Dunia
Mayo Clinic menyebut tinnitus dialami sekitar 15 hingga 20 persen populasi dunia. Kondisi ini lebih sering muncul pada orang dewasa dan lansia, tetapi kini juga mulai banyak ditemukan pada usia muda akibat gaya hidup modern dan tingginya penggunaan earphone dalam aktivitas sehari-hari.

Dr Richard Tyler, profesor audiologi dari University of Iowa, yang telah lama meneliti tinnitus, menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak selalu berbahaya. Namun, dapat menjadi tanda adanya kerusakan pada sistem pendengaran atau saraf telinga. Ia juga menyebut stres dan kelelahan dapat membuat gejala tinnitus terasa semakin parah.

Selain paparan suara keras, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa kerusakan sel rambut halus di dalam telinga akibat kebisingan merupakan salah satu penyebab paling umum tinnitus. Kerusakan ini bersifat permanen dan dapat memengaruhi kemampuan pendengaran seseorang dalam jangka panjang.

Tidak hanya itu, kondisi telinga berdenging juga dapat dipicu oleh penumpukan kotoran telinga, infeksi telinga, tekanan darah tinggi, efek samping obat tertentu, hingga gangguan pendengaran akibat faktor usia.

58% Gen Z Pernah Alami Akibat Terpapar Musik Keras
Sebuah survei organisasi kesehatan pendengaran Inggris, RNID, menemukan bahwa 58 persen generasi muda Gen Z pernah mengalami tinnitus sementara atau gangguan pendengaran setelah terpapar musik dengan volume tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa kebiasaan mendengarkan audio keras mulai menjadi ancaman serius bagi kesehatan telinga anak muda.

Dr Hamid Djalilian, ahli THT dari University of California Irvine, menambahkan bahwa kekurangan vitamin D, magnesium, dan vitamin B12 juga dapat memperburuk tinnitus pada sebagian pasien. Sementara itu, dr Michael Seidman dari Henry Ford Health System menyebut pola hidup modern seperti kurang tidur, stres berkepanjangan, serta konsumsi kafein berlebihan dapat memicu telinga lebih mudah berdenging.

Para ahli menyarankan masyarakat mulai menjaga kesehatan telinga dengan membatasi volume penggunaan earphone, memberi waktu istirahat pada telinga setelah mendengar suara keras, serta menjaga kualitas tidur dan kesehatan mental.

Meski sering dianggap sepele, telinga berdenging ternyata bisa menjadi sinyal tubuh sedang membutuhkan perhatian. Jika gejala berlangsung terus-menerus atau disertai pusing, nyeri telinga, hingga gangguan pendengaran, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke dokter spesialis THT agar mendapatkan penanganan yang tepat.***

Sumber: www .kemkes.go.id

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Milenial Gen Z Ubah Tren Pengelolaan Uang Demi Kualitas Hidup
Soal Data Pemilih Pemula, Mendagri Minta Dukcapil Jemput Bola
Gen Z dan Milenial Nunggak Kredit Macet Rp 990 Miliar
Gen Z Dominan Berjualan Produk Kecantikan
Gen Z Itu Memang Pemalas atau Sengaja Dimiskinkan?
Gen Z Ikut Seleksi Akpol, Hanya Modal Pengalaman Paskibraka
komentar
beritaTerbaru