Tiga Perusahaan di Batam Setor Rp6,5 Miliar ke Oknum Pejabat Kemenaker
viralnasional.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi dan pemerasan dalam pengurusan ser
Nusantara
viralnasional.com - JAKARTA - Presiden RI, Prabowo Subianto, menyampaikan optimisme terhadap kinerja pemerintah dalam 6 bulan pertama masa kerja Kabinet Merah Putih.
Baca Juga:
Presiden menekankan bahwa sejumlah capaian penting telah berhasil diraih, terutama dalam menjaga stabilitas harga pangan dan menekan laju inflasi nasional.
"Inflasi kita termasuk yang terendah di dunia, mungkin hanya Tiongkok yang lebih rendah dari kita," ujar Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Istana Negara Senin (5/5/2025).
Menurut Kepala Negara, keberhasilan ini mencerminkan bahwa roda pemerintahan berjalan sesuai arah dan kebijakan ekonomi yang diterapkan sejauh ini terbukti efektif, khususnya dalam sektor pangan yang sangat rentan terhadap gejolak harga.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) turut memperkuat pernyataan tersebut. Meski Ramadan dan Idulfitri yang biasanya identik dengan lonjakan harga, inflasi komponen harga bergejolak atau inflasi pangan tetap terkendali.
Pada Maret 2025, inflasi pangan secara tahunan tercatat sebesar 0,37 persen dan meningkat sedikit menjadi 0,64 persen pada April.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka inflasi pangan secara tahunan melonjak hingga 10,33 persen di Maret dan 9,63 persen di April 2024. Catatan angka inflasi pangan tersebut menjadi yang tertinggi sejak tahun 2023.
Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi, menggarisbawahi bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi lintas sektor dalam menjaga pasokan dan distribusi pangan secara nasional.
"Kita patut bersyukur. Di tengah tantangan global, Indonesia masih mampu menjaga daya beli masyarakat," ujar Arief dalam keterangannya Kamis (8/5/2025).
Tak hanya itu, harga beras pun menunjukkan tren stabil. Pada April 2025, memang tercatat deflasi sebesar 0,05 persen, berkat meningkatnya produksi nasional.
Walaupun lebih kecil dari deflasi pada puncak panen raya tahun lalu yang mencapai 2,72 persen di April, kondisi ini menjadi indikasi bahwa kestabilan harga semakin berkelanjutan.
Salah satu kebijakan krusial yang mendukung stabilitas ini adalah penerapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan Harga Acuan Pembelian/Penjualan (HAP) yang dikelola oleh Badan Pangan Nasional.
Sejak 15 Januari 2025, HPP untuk Gabah Kering Panen (GKP) resmi dinaikkan dari Rp 6.000 per kilogram (kg) menjadi Rp 6.500 per kg di tingkat petani.
Kebijakan ini tak hanya menjamin harga jual yang layak bagi petani, tetapi juga menjadi dorongan kuat bagi peningkatan produksi dalam negeri. Di samping itu, turut menjadi jaring pengaman guna menahan anjloknya harga petani.
Kesejahteraan petani pun tetap terjaga. Hal ini tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) yang masih berada di atas angka 100, menunjukkan bahwa pendapatan petani relatif lebih besar dibandingkan pengeluarannya.
BPS mencatat NTP pada April 2025 mencapai 121,06, dan NTPP sebesar 106,51. Kondisi ini menegaskan bahwa kebijakan stabilisasi harga juga memberikan dampak positif langsung terhadap pelaku utama sektor pangan, yaitu para petani. Arief Prasetyo Adi menegaskan bahwa Presiden Prabowo telah memberi instruksi agar harga tersebut diberlakukan tanpa syarat kualitas khusus, artinya, semua gabah petani, tanpa pengecualian, dihargai minimal Rp 6.500 per kg. Kebijakan ini berlaku tidak hanya bagi Perum Bulog, tetapi juga untuk seluruh pengusaha penggilingan padi.
Instruksi tersebut tercantum dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2025, yang juga menetapkan target untuk pengadaan beras dalam negeri sebesar 3 juta ton di tahun ini. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional secara menyeluruh.
Sebagai tambahan, pemerintah juga menetapkan HPP untuk beras di gudang Bulog sebesar Rp 12.000 per kg. Adapun HAP untuk beras medium disesuaikan berdasarkan zonasi wilayah, berkisar antara Rp 12.500 hingga Rp 13.500 per kg.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap dapat menjaga keseimbangan harga antara produsen dan konsumen, serta memastikan ketahanan dan ketersediaan pangan nasional terus terjaga secara berkelanjutan.
viralnasional.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi dan pemerasan dalam pengurusan ser
Nusantara
viralnasional.com Pekanbaru Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Riau berlangsung solid dan penuh semangat kebersamaan. Dalam fo
Berita
viralnasional.com Pekanbaru Rumah mantan Gubernur Riau, Syamsuar, di Jalan Kurnia, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, P
Viral Berita
viralnasional.com Dumai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Dumai melalui Seksi Penindakan dan Penyidikan mengamankan Salawati pe
Berita
viralnasional.com Seorang mahasiswi berinisial MA (21) ditemukan dalam kondisi tangan terikat disekap selama 3 hari dan diperkosa di sebu
Hukrim
viralnasional.com Pihak ombudsman RI Perwakilan Provinsi Riau menemukan sebanyak 11.856 ijazah SMA dan SMK Negeri di Provinsi Riau belum
Berita
viralnasional.com Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Dumai, AKBP Sasli Rais menegaskan bahwa proses rehabilitasi bagi pengguna narkoti
Berita
viralnasional.com Dumai Kendati mereka berangkat ke Malaysia melalui jalur resmi Pelabuhan Penumpang Pelindo Jalan Datuk Laksamana, Dum
Berita