viralnasional.com - Siak- Tragis seorang dokter spesialis anestesi yang sedang menjalani masa magang di RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, ditemukan tewas di lahan kosong di samping rumah sakit, Jalan Raja Kecik, Kelurahan Kampung Dalam, Selasa (14/7/2026).
Baca Juga:
Penemuan mayat dokter laki-laki itu mengundang perhatian warga dan pegawai rumah sakit. Sekitar pukul 12.23 WIB, personel Polres Siak bersama petugas RSUD Tengku Rafian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sejumlah warga turut memadati lokasi, sementara seorang perempuan yang diduga merupakan istri korban tampak menangis histeris di samping jenazah.
Berdasarkan informasi dihimpun dari sejumlah petugas rumah sakit, korban diketahui merupakan dokter spesialis anestesi yang baru beberapa waktu menjalani program magang di RSUD Tengku Rafian.Selama bertugas, korban disebut tinggal di rumah dinas yang berada di lingkungan rumah sakit.
"Korban memang baru menjalani magang di RSUD Tengku Rafian. Setahu saya beliau dokter spesialis anestesi," ujar seorang petugas rumah sakit yang enggan disebutkan namanya.Keterangan senada disampaikan seorang petugas keamanan (security) RSUD Tengku Rafian.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), korban terakhir kali terlihat berjalan kaki seorang diri meninggalkan area rumah sakit menuju Jalan Raja Kecik pada Senin (13/7/2026) petang."Korban terlihat berjalan keluar dari area rumah sakit. Pagi tadi tidak ada di tempat tinggalnya, lalu kami melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan di lahan kosong di samping RSUD dalam posisi terlentang," kata petugas keamanan tersebut.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi, jenazah dievakuasi menggunakan ambulans RSUD Tengku Rafian menuju instalasi rumah sakit. Proses evakuasi turut didampingi Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos beserta tim identifikasi.Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar melalui Kasi Humas Aiptu Dedek Prayoga membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut.
Menurutnya, penyidik Satreskrim Polres Siak masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan menunggu hasil pemeriksaan medis."Masih dalam penyelidikan dan pengumpulan keterangan saksi-saksi. Jenazah telah dibawa ke RSUD Tengku Rafian untuk penyelidikan lebih lanjut," kata Dedek.
Dikatakan Kasat Reskrim Polres Siak, Dr Raja Kosmos, korban diketahui berinisial AKL (30), seorang dokter yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi di RSUD Tengku Rafian Siak."Korban berasal dari Jalan Air Kabur Atas, Kelurahan Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku," kata Raja Kosmos.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Siak bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Siak langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan identifikasi awal.Sekitar pukul 17.30 WIB, istri korban berinisial dr. YM (31) yang juga bertugas dan tinggal di asrama RSUD Tengku Rafian mencoba menghubungi telepon genggam suaminya.
"Namun, nomor korban sudah tidak dapat dihubungi," ungkap Kasat.Korban kemudian dicari di lingkungan rumah sakit serta ditanyakan kepada rekan-rekan sejawat, tetapi tidak seorang pun mengetahui keberadaannya.
"Pihak keluarga di Bagan Batu juga dihubungi, namun hasilnya nihil," jelasnya.Merasa ada yang tidak biasa, istri korban bersama petugas keamanan rumah sakit kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTv).
Dari rekaman CCTv di area Radiologi, korban terlihat berjalan seorang diri keluar dari kawasan rumah sakit melalui pintu Pos Security II menuju Jalan Raja Kecik.Pencarian kembali dilakukan pada Selasa pagi dengan melibatkan petugas keamanan rumah sakit.
Sekitar pukul 11.30 WIB, dua petugas keamanan, Arif Syahdu (31) dan Yudi Arianto (35), bersama sopir ambulans Selamat (55) menyisir area semak belukar di luar pagar rumah sakit yang menjadi titik terakhir arah pergerakan korban berdasarkan rekaman CCTv.Saat memanjat pagar pembatas untuk melihat ke area luar, Arif menemukan korban sudah dalam keadaan terlentang dan tidak bernyawa di tengah semak belukar.
Jenazah ditemukan sekitar lima meter dari pagar pembatas rumah sakit atau sekitar 30 meter dari tepi Jalan Raja Kecik. Di samping tubuh korban juga ditemukan sebuah tas sandang miliknya.Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas Kampung Dalam dan petugas piket SPKT Polsek Siak.
"Polisi segera memasang garis polisi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengamankan sejumlah barang bukti," ujarnya lagi.Dari lokasi kejadian, petugas menyita sebuah tas sandang hitam yang berisi sejumlah alat medis, dompet, telepon genggam, serta kartu identitas (ID Card) RSUD Tengku Rafian milik korban.
Berdasarkan keterangan awal dari istri korban, AKL diketahui tidak memiliki riwayat penyakit kronis maupun persoalan rumah tangga."Pasangan tersebut diketahui telah menikah sekitar dua tahun," terang Kasat.
Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, Satreskrim Polres Siak telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru guna menjalani proses autopsi.Hingga saat ini, penyebab kematian AKL masih dalam penyelidikan. Polisi belum menyimpulkan adanya unsur tindak pidana dan masih mengumpulkan keterangan saksi serta menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. ***(tim/ant)