Senin, 27 April 2026

Malaysia Pulangkan 150 Pekerja Indonesia Lewat Dumai! Ada yang HIV dan Patah Kaki

Administrator - Senin, 27 April 2026 06:15 WIB
Malaysia Pulangkan 150 Pekerja Indonesia Lewat Dumai! Ada yang HIV dan Patah Kaki
Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi Pekerja Migran Indonesia lewat Dumai kondisinya ada yang sakit dan patah kaki
viralnasional.com - Dumai kembali menerima 150 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal tiba dari Malaysia. Ratusan pahlawan devisa bermasalah ini dideportasi paksa melalui jalur laut pada Sabtu, 25 April 2026. Mereka menginjakkan kaki kembali di tanah air sekitar pukul 17.00 WIB dengan kondisi sangat memprihatinkan.

Baca Juga:
Kedatangan rombongan besar ini difasilitasi penuh oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran melalui BP3MI Riau semalam. Para pekerja migran tersebut menumpang kapal Indomal Kingdom dengan kawalan petugas Konsulat Jenderal Indonesia. Mayoritas rombongan berasal dari Sumatera Utara, Aceh, Jawa Timur, serta Nusa Tenggara Barat yang malang.

Kondisi fisik para pekerja migran ini menjadi sorotan tajam karena banyak yang tidak sehat. Sebagian besar terlihat lemas, bahkan ada yang harus dibantu menggunakan fasilitas kursi roda kayu. Petugas kesehatan langsung melakukan pemeriksaan ketat setibanya mereka di terminal kedatangan pelabuhan internasional itu.

"Sebagian datang dalam kondisi sakit, bahkan ada yang mengalami penyakit kronis dan cedera parah," ujar Kepala BP3MI Riau Fanny Wahyu Kurniawan, Minggu, 26 April 2026, di Dumai. Menurut keterangan resmi, terdapat temuan penderita diabetes, hipertensi, HIV, hingga kasus cedera patah kaki.

Fanny Wahyu Kurniawan menyebut situasi ini menjadi pengingat keras tingginya risiko bekerja secara ilegal. Jalur nonprosedural sering kali membuat warga negara Indonesia kehilangan hak-hak dasar saat berada di luar negeri. Negara tetap hadir memberikan pelayanan maksimal meskipun mereka berangkat tanpa dokumen resmi yang lengkap.

Seluruh pekerja migran langsung menjalani pendataan identitas serta pengecekan dokumen imigrasi oleh petugas berwenang. Selain kesehatan fisik, petugas juga memberikan layanan pendampingan registrasi IMEI ponsel bagi seluruh rombongan. Hal ini dilakukan agar alat komunikasi mereka tetap bisa digunakan selama proses pemulangan ke kampung.

"Hasil pemeriksaan awal menyatakan mereka tetap dapat dipulangkan ke daerah asal dengan penanganan lanjutan," tegas Fanny Wahyu Kurniawan saat memantau proses evakuasi di lapangan. Petugas memastikan setiap individu mendapatkan penanganan medis dasar yang layak sebelum melanjutkan perjalanan pulang jauh.

Rombongan kemudian dievakuasi menuju Rumah Ramah PMI milik P4MI Kota Dumai untuk istirahat sejenak. Di lokasi penampungan sementara ini, para pekerja mendapatkan makan layak serta tempat tidur yang nyaman. Mereka menunggu jadwal keberangkatan bus menuju provinsi masing-masing yang sudah disiapkan oleh pemerintah pusat.

Selain fasilitas fisik, para pekerja migran juga mendapatkan pembekalan mental mengenai aturan kerja resmi. Petugas menekankan agar jangan pernah tergiur oleh janji manis calo yang menawarkan jalur keberangkatan ilegal. Edukasi ini sangat penting guna memutus rantai pengiriman pekerja migran nonprosedural yang sangat berbahaya.

"Kami terus menekankan pentingnya prosedur resmi dalam bekerja ke luar negeri demi keselamatan jiwa," tambah Fanny Wahyu Kurniawan, menutup keterangannya di hadapan para awak media massa lokal. Negara berkomitmen penuh melindungi seluruh warga negara yang mencari nafkah di negeri orang secara sah.

Berdasarkan data statistik terbaru, jumlah laki-laki mencapai 82 orang dan sisanya 68 orang perempuan. Pekerja asal Sumatera Utara mendominasi jumlah rombongan dengan total 46 orang yang segera dipulangkan. Disusul warga Aceh sebanyak 28 orang serta Jawa Timur sebanyak 26 orang yang dideportasi.

Sisanya berasal dari berbagai wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, hingga pelosok Sulawesi sana. Pemerintah daerah asal masing-masing sudah dihubungi untuk melakukan penjemputan atau pemantauan kesehatan lanjutan nantinya. Proses pemulangan massal ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat Indonesia yang berminat. R-02

Editor: sabangmerauke

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Halte Polsek Dumai Timur tak Terawat
Dumai Expo Disorot, Sewa Tenda hingga “Jual” Lapak Parkir Capai Puluhan Juta
Tidak Ada Upaya Mematikan Rezeki Orang, Cuma Jangan Menzolimi Masyarakat
Tak Memberi Manfaat, Dumai Expo Jangan Digelar Lagi
Lagi, 29 PMI Diamankan di Dumai, Bagaimana Kasus Fortuner  F 1398 KC
Warga Bumi Ayu Miliki 500 Butir Pil Ekstasi
komentar
beritaTerbaru