Selasa, 03 Maret 2026

Dua Kilang Pertamina Raih Sertifikasi Keberlanjutan Internasional Produksi SAF

Administrator - Selasa, 03 Maret 2026 11:19 WIB
Dua Kilang Pertamina Raih Sertifikasi Keberlanjutan Internasional Produksi SAF
Kilang Pertamina Patra Niaga Dumai
viralnasional.com -– PT Pertamina Patra Niaga (PPN) melalui kilang-kilang yang dikelolanya semakin serius mengembangkan produk Pertamina Sustainable Aviation Fuel (PertaminaSAF) berbahan baku minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO). Setelah Kilang Cilacap, PPN akan mereplikasi proses produksi PertaminaSAF di Kilang Dumai dan Kilang Balongan.

Baca Juga:
"Pertamina berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi PertaminaSAF dari kilang-kilang eksisting. Keberhasilan Kilang Cilacap akan kami replikasi di Kilang Dumai dan Kilang Balongan," kata Corporate Secretary PPN, Roberth M.V. Dumatubun.

Untuk itu, jelas Roberth, PPN memastikan proses produksi yang akan dilakukan di kedua kilang tersebut harus memenuhi kaidah dan aturan yang berlaku.

"Kilang Dumai dan Kilang Balongan resmi meraih sertifikasi keberlanjutan internasional yaitu International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) Europe Union (EU) dan Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) sebagai Processing Refinery. Ini merupakan pencapaian penting dalam pengembangan energi rendah karbon dan kemandirian energi," kata Roberth.

Perolehan sertifikasi ini menjadi milestone strategis dalam persiapan produksi bioavtur PertaminaSAF berbahan baku UCO. Dengan sertifikasi tersebut, kedua kilang telah memenuhi persyaratan keberlanjutan global yang menjadi aspek mandatori dalam produksi dan perdagangan SAF di pasar internasional.

"Dengan penambahan kilang yang mampu memproduksi biovatur PertaminaSAF, tentu akan semakin meningkatkan opitimisme kita dalam memastikan peta jalan penggunaan SAF di Indonesia," kata Roberth.

Pengembangan ekosistem dan peningkatan kapasitas produksi PertaminaSAF di kilang eksisting merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas portofolio bisnis rendah karbon, selain tetap mengoptimalkan aset dan bisnis eksisting yang telah dimiliki. Langkah ini juga sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong kemandirian energi nasional serta rencana mandatori penggunaan SAF.

Roberth menjelaskan bahwa sejumlah persiapan telah dilakukan, mulai dari kesiapan infrastruktur kilang, kerja sama dengan beberapa mitra pemasok bahan baku minyak jelantah, penyediaan peralatan analisis produk, pengembangan dan penggunaan katalis khusus, hingga pemenuhan seluruh proses sertifikasi keberlanjutan ISCC EU dan CORSIA.

"Dengan raihan ini, saat ini seluruh rantai pasok PertaminaSAF di PPN sudah mendapatkan sertifikasi internasional keberlanjutan ISCC mulai dari Kilang yaitu Kilang Dumai, Kilang Cilacap dan Kilang Balongan sebagai Processing Plant dan Aviasi sebagai trader dan distributor SAF," jelas Roberth.

Bila tanpa sertifikasi tersebut, lanjut Roberth, produk bio avtur yang dihasilkan tidak dapat dikategorikan sebagai SAF dan tidak diakui dalam skema keberlanjutan global, sehingga tidak dapat diterima oleh maskapai penerbangan maupun konsumen internasional.

"Detail sertifikasi ISCC yang telah di raih dapat dilihat pada website ISCC," ujar Roberth.

Dengan beberapa persiapan yang sekarang sedang berlangsung dan dalam tahap penyelesaian, Kilang Dumai dan Kilang Balongan ditargetkan siap melakukan uji coba pengolahan UCO menjadi certified SAF pada tahun 2026. ***(rls)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Hearing Bersama DPRD Dumai Aliansi Guru SDN Non ASN Bersertifikasi Perjuangankan Pencairan Tunjangan
Disnaker : Pembayaran THR Karyawan tak Boleh Dicicil
Razia Varia Salon, Satpol PP Temukan Pasangan Muda-mudi Berkumpul
Kisah Pilu Bekerja di Malaysia, Dideportasi ke Dumai dalam Kondisi Hamil dan Gangguan Jiwa
Tak ada ke Lain Hati, 9 Pengurus KONI Nyatakan Dukung ke Iskandar Hoesin
Provider Internet Dumai Diberi Waktu Tujuh Hari Benahi Kabel Semrawut
komentar
beritaTerbaru