Rabu, 06 Mei 2026

Penuturan Mengejutkan Dua PMI Dipaksa Majikan Layani 450 Pria Sebulan

Administrator - Rabu, 06 Mei 2026 21:35 WIB
Penuturan Mengejutkan Dua PMI Dipaksa Majikan Layani 450 Pria Sebulan
f-detik.com
Pekerja Migran Indonesia menjadi korban penipuan ketenagakerjaan di Arab Saudi setelah sampai di negeri Timur Tengah tersebut dia dipekerjakan dilokalisasi prostitusi
viralnasional.com - Miris bercampur sedih atas penuturan dua pekerja migran Indonesia (PMI) diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Arab Saudi.

Baca Juga:
Mereka mengaku dijual untuk kegiatan prostitusi.

Dari pengakuan mereka yang tersebar di media sosial, harus melayani hingga 450 pria hidung belang dalam sebulan.

Video pengakuan kedua PMI itu diunggah akun @bisikanneti di Instagram pada Rabu (29/4/2025).

"Jadi dalam sebulan harus layani 450 pria. Kalau nggak sampe target nggak dapat gaji," kata wanita itu dengan nada ketakutan, dilihat detikBali dari video yang viral, Senin (4/5/2026).

Kabur Saat Belanja ke Mal

Dalam pengakuannya, korban menyebut berangkat ke Arab Saudi setelah diiming-imingi pekerjaan oleh seorang pekerja lapangan berinisial N, perempuan.

Setibanya di Arab Saudi, keduanya bertemu dengan perempuan berinisial Z.

"Jadi N ini iming-iming di WA untuk kerja di Arab Saudi. Tapi ketemu dengan Z. Di sana kami disekap untuk melayani pria. Tapi kami bisa kabur saat belanja ke salah satu mal," kata wanita tersebut seperti dalam video yang dilihat detikBali.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Aidy Furqon mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah kedua PMI tersebut merupakan warga NTB.

Pemerintah Provinsi NTB masih berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi untuk memastikan identitas korban.

"Sudah seminggu kami hubungi Kemenlu dan Kedubes, belum ada konfirmasi terkait info di video tersebut. Pihak yang take video juga coba kami hubungi ternyata sudah tidak bisa dihubungi lagi," ujarnya, Senin (4/5/2026).

Aidy menambahkan, pihaknya terus berkomunikasi dengan Kemenlu untuk memastikan kondisi kedua korban dalam keadaan selamat.

"Kalau mereka PMI kita, semoga baik-baik saja, sebab kami belum dapat update infonya," tandas Aidy. *** (hsa/detik/hsa)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ambulans Bawa Pasien Kritis Mogok di Tol Pekanbaru-Dumai h
Plafon Kantin RSUD Dr Suhatman Ambruk
PGN Perluas Jaringan Gas Bumi Ajak UMKM Diajak Beralih ke Energi Efisien
Kasus Penghinaan Mantan Bupati Rohul Suparman,Polda Riau Lakukan Penyelidikan
Suhu Madinah 42 Derajat, Jamaah Haji Waspada Kaki Melepuh
Memainkan Lensa Kamera Lewat Workshop Fotografi PHR
komentar
beritaTerbaru