Mahasiswi Disekap Diperkosa Tiga Hari Dalam Kondisi Tangan Terikat
viralnasional.com Seorang mahasiswi berinisial MA (21) ditemukan dalam kondisi tangan terikat disekap selama 3 hari dan diperkosa di sebu
Hukrim
viralnasional.com - JAKARTA – Akademisi IPB University sekaligus Ketua Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang, Prima Gandhi, menegaskan kasus beras oplosan yang meresahkan masyarakat merupakan pelanggaran hukum karena tidak memenuhi standar mutu yang telah diatur pemerintah.
Baca Juga:
Pada Perka Bapanas No. 2 Tahun 2023, beras premium harus memenuhi kriteria derajat sosoh minimal 95 persen, kadar air maksimal 14 persen, dan persentase beras patah maksimal 15 persen.
Bahkan peraturan Standar Nasional Indonesia (SNI) 6128:2020 Beras mengatur lebih ketat dengan persyaratan beras premium mencakup beras kepala minimal 85 persen, beras patah maksimal 14,5 persen, serta bebas dari hama, bau tidak sedap, dan cemaran berbahaya.
"Apabila sebuah perusahaan agribisnis dengan sengaja melabeli produknya sebagai beras premium tetapi persentase beras patah melebihi 15 persen, itu jelas melanggar regulasi dan membohongi konsumen," ungkapnya.
Gandhi menambahkan, praktik kecurangan semacam ini merugikan tiga pihak sekaligus: masyarakat sebagai konsumen, petani yang tertekan oleh harga pasar, serta pelaku agribisnis beras secara umum yang tercoreng reputasinya di mata dunia.
Ia menegaskan, pengoplosan beras tidak boleh dinormalisasi sebagai hal wajar di industri pangan nasional, jika Indonesia ingin meningkatkan rantai nilai produk pangan seperti beras ke level global. "Mixing jenis beras mungkin tidak terhindarkan, tetapi berapa pun komposisinya, standar mutu tetap harus dipenuhi. Ditambah lagi jika klaim di kemasan berbeda dengan isinya, itu sudah jelas pelanggaran hukum," tegasnya. Gandhi juga mendorong penguatan pengawasan distribusi beras, tidak hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi juga melalui inovasi teknologi.
Salah satu opsi adalah penerapan sistem barcode atau QR Code pada kemasan, seperti yang diterapkan di Jepang, sehingga produk beras dapat ditelusuri asal-usulnya dari produsen hingga konsumen.
"Penerapan teknologi ini akan memudahkan traceability dari hulu ke hilir. Ini bukan hanya melindungi konsumen, tetapi juga menjaga kepercayaan publik terhadap industri beras nasional," pungkasnya.
viralnasional.com Seorang mahasiswi berinisial MA (21) ditemukan dalam kondisi tangan terikat disekap selama 3 hari dan diperkosa di sebu
Hukrim
viralnasional.com Pihak ombudsman RI Perwakilan Provinsi Riau menemukan sebanyak 11.856 ijazah SMA dan SMK Negeri di Provinsi Riau belum
Berita
viralnasional.com Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Dumai, AKBP Sasli Rais menegaskan bahwa proses rehabilitasi bagi pengguna narkoti
Berita
viralnasional.com Dumai Kendati mereka berangkat ke Malaysia melalui jalur resmi Pelabuhan Penumpang Pelindo Jalan Datuk Laksamana, Dum
Berita
viralnasional.com Bengkalis Kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Seorang Calon Jemaah Haji Provinsi Riau yang tergabung dalam Klo
Berita
viralnasional.com Bengkalis Majelis hakim Pengadilan Negeri Bengkalis memutuskan pelaku pembunuhan sadis terhadap Wipeng Alias Apeng (53)
Berita
viralnasional.com Polsek Kampar Kiri Hilir menangkap pria berinisial seorang pria SE (48) warga Desa Mayang Pongkai, Kecamatan Kampar Kiri
Berita
viralnasional.com Dumai Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Bukit Kapur berhasil mengungkap kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu di wil
Berita