Kamis, 17 September 2026

Mantan Bupati Rohul Suparman Laporkan Ketua MPC PP Iwan Pansa ke Polda

Administrator - Selasa, 05 Mei 2026 05:52 WIB
Mantan Bupati Rohul Suparman Laporkan Ketua MPC PP Iwan Pansa ke Polda
f-riauaktual
Tokoh masyarakat Riau dan juga mantan Bupati Rohul Suparman melaporkan ketua MPC PP Pekanbaru ke Polda Riau
viralnasional.com -Pekanbaru --Polemik dugaan aksi premanisme yang melibatkan Ketua Pemuda Pancasila (PP) Pekanbaru, Iwan Pansa, terhadap mantan Bupati Rokan Hulu, Suparman, terus memanas.

Baca Juga:
Tak tinggal diam, Suparman menegaskan dirinya tidak gentar menghadapi tekanan maupun gertakan. Bahkan, ia secara terbuka menantang Iwan untuk menyelesaikan persoalan secara jantan, termasuk duel satu lawan satu.

Pernyataan itu disampaikan Suparman di hadapan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Senin (4/5/2026), yang juga dihadiri tokoh adat seperti Datuk Taufik Tambusai serta masyarakat dan perwakilan organisasi.

"Suparman tidak takut sama Iwan Pansa. Sampaikan, kalau ini di luar kepentingan marwah, adu saya satu-satu. Atau tentukan hari, kita satu lawan satu disaksikan lembaga adat," tegasnya.

Di balik pernyataan keras tersebut, Suparman memastikan persoalan ini kini telah dibawa ke jalur hukum. Ia mengaku telah melaporkan kasus itu ke Polda Riau.

Menurutnya, langkah hukum diambil sebagai bentuk komitmen menjaga marwah serta ketertiban di tengah masyarakat.

"Sekarang masalah ini sudah masuk wilayah adat dan wilayah hukum. Saya minta puak Melayu tetap tertib, jangan gegabah dan jangan anarkis. Laporan sudah kami sampaikan ke Polda Riau," ujarnya.

Suparman juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga nilai-nilai adat Melayu yang dikenal santun dan berakhlak baik. Ia menegaskan, proses hukum harus dikawal dengan cara yang beradab.

"Orang Melayu itu santun, akhlaknya baik, agamanya bagus. Maka yang melaporkan ke Polda, antarkan dengan cara yang baik dan santun. Kita tunggu proses hukum," katanya.

Lebih lanjut, Suparman menepis anggapan bahwa pihaknya dari Rokan Hulu tidak bergerak karena takut. Ia menegaskan, sikap menahan diri dilakukan semata-mata untuk menjaga adab dan marwah daerah.

"Kalau kami belum mengerahkan orang, bukan berarti kami penakut. Kami berani, tapi kami menghargai adab dan akhlak serta menjaga marwah daerah kami," tutupnya. ***

sumber :riau aktual

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Masuki Masa Pemeliharaan, Jembatan Siak I Pekanbaru Bakal Ditutup Kendaraan Dialihkan ke Siak III
Gunduli 111,77 Hektar Hutan Mangrove di Dumai Bodong Ditetapkan Tersangka
Sosok Wakapolda Riau yang Baru, lama Bertugas Di bidang Anti Teror
Wakapolda Riau di Promosi jadi Kapolda Papua Barat Daya, Tiga Kapolres Berganti
37 Tersangka Kasus Karhutla di Riau, Dumai, Siak dan Meranti 1 Kasus 1 Tersangka
Narkoba Rp9,8 Miliar Diamankan di Dumai Dua Tersangka Ditangkap
komentar
beritaTerbaru