Teror Lempar Batu Tol Permai, Kaca Mobil Honda HRV Pecah di Jembatan KM 64
viralnasional.com &ndash Kejadian dialami oleh seorang warga Bengkalis, Fauzi Adli, mengalami insiden pelemparan batu oleh orang tak diken
Berita
viralnasional.com- JAKARTA – Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi mengajak Pemerintah Jepang untuk membangun ekosistem investasi bagi pemenuhan program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang dilaksanakan Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga:
Menurut Kapala NFA, ekosistem investasi sangat dibutuhkan terutama pada komoditas buah-buahan, ikan, dan daging yang selama ini menjadi menu andalan MBG.
"Tadi kami sampaikan kebijakan Pemerintah Republik Indonesia hari ini adalah mengundang investor untuk memenuhi kebutuhan kita yang cukup besar. Bila ada kesempatan (investasi) ini akan sangat baik, sehingga kebijakannya adalah membangun ekosistem yang bukan hanya ekspor saja, tapi bisa mensejahterakan petani-petani kita," ujar Arief usai menerima kunjungan resmi Menteri Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang, Eto Taku di Kantor Pusat NFA, Jakarta pada Selasa (29/4/2025).
Arief mengatakan Pemerintah Indonesia terus berupaya memperkuat ketahanan pangan sebagai jalan menuju kemandirian pangan.
Adapun wujud dari upaya tersebut adalah mencapai swasembada pangan, di mana semua produksi yang dilakukan harus dilakukan di Indonesia. "Dengan begitu, semua akses bisa dilakukan dengan mudah di Indonesia, kan swasembada itu artinya produksinya dilakukan di Indonesia," katanya.
Mengenai peluang investasi, Arief mengatakan Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, di mana angkanya mencapai 280 juta jiwa. Angka tersebut bahkan bisa bertambah hingga 300 juta lebih, seiring angka pencatatan penduduk dari tahun ke tahun. "Jadi ini potensi kepadatannya sangat tinggi sekali, sehingga eksistensi seperti ekspor produk pangan kita bisa dengan mudah masuk ke Jepang. Artinya karantina di sana bisa menerima produk yang kita produksi sendiri," katanya.
Meski demikian, Arief mengakui bahwa ekspor produk pangan ke Jepang bukanlah hal yang mudah mengingat Negeri Sakura tersebut memiliki regulasi dan standar yang tinggi.
"Tapi saya sampaikan ke mereka, silahkan dibicarakan bahwa di Indonesia juga ada regulasi dalam membangun investasi. Misalnya perusahaan investasi bisa melakukan ekspor sapi untuk diproduksi di dalam negeri," jelasnya.
viralnasional.com &ndash Kejadian dialami oleh seorang warga Bengkalis, Fauzi Adli, mengalami insiden pelemparan batu oleh orang tak diken
Berita
viralnasional.com Pekanbaru Kasus pelecehan seksual kembali mencuat ditanah Melayu dilingkungan pendidikan kampus Universitas Riau (UNR
Berita
viralnasional.com RENCANA pengembangan Dumai sebagai pelabuhan transhipment kembali memunculkan optimisme, sekaligus skeptisisme. Tidak se
Ekonomi
viralnasional.com Hasil pemantauan satelit menunjukkan aktivitas titik panas di Pulau Sumatera masih berlangsung. Meski jumlahnya tidak se
Berita
viralnasional.com Aparat kepolisian mengungkap kasus penganiayaan yang diduga dilakukan komplotan debt collector terhadap seorang debitur
Hukrim
viralnasional.com Pemerintah Provinsi Riau tengah memproses usulan sapi bantuan Presiden untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Maseh
Nusantara
viralnasional.com Dumai kembali menerima 150 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal tiba dari Malaysia. Ratusan pahlawan devisa bermasalah
Berita
viralnasional.com
Berita