Ngeri, Rp161,73 M Dana Haji 2025 tak Tepat Sasaran, 4.760 Jemaah Tak Berhak tapi Menikmati
viralnasional.com &mdash Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap penggunaan dana haji yang tidak tepat sasaran dalam penyelenggaraan iba
Viral Nasional
viralnasional.com - Jepara - Kompolnas RI menekankan pentingnya penyamaan persepsi antara semua kalangan sebagai langkah awal untuk mengantisipasi serta menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Baca Juga:
Hal itu disampaikan mengingat belakangan ini angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah mengalami peningkatan. Berdasarkan data Januari 2025, tercatat sudah ada 108 kasus kekerasan, di mana 60 kasus terhadap anak dan 48 kasus terhadap perempuan.
"Ada konsep laki-laki maupun perempuan yang harus disamakan, bagaimana melihat sosok perempuan yang bukan hanya dilindungi tapi disetarakan perannya," ujar Ida saat ditemui di acara Peringatan Hari Kartini yang diikuti juga oleh jakaran Polwan Polres Jepara Polda Jawa Tengah, Senin (21/4/25).
Ia menyampaikan, kekerasan berbasis gender tidak hanya terbatas pada Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), tetapi juga mencakup kasus-kasus lain, seperti perdagangan manusia (human trafficking) dan pelecehan di ruang publik maupun domestik. Dirinya pun berpandangan bahwa kekerasan seringkali dari pandangan yang timpang antara laki-laki dan perempuan.
"Tidak ada lagi laki-laki dengan kekuatan fisiknya melakukan kekerasan seenaknya kepada perempuan. Harus diubah persepsi bahwa istri adalah bagian penting dalam membangun rumah tangga," ungkapnya. Ditekankannya, Kompolnas juga mendorong perempuan untuk lebih berani bersuara jika mengalami kekerasan. Sebab, keberanian perempuan untuk melapor sangat penting agar kekerasan yang selama ini tersembunyi dapat terungkap dan ditangani secara tuntas. "Beraninya perempuan berbicara terhadap kekerasan yang dialaminya sangat diharapkan. Kementerian dan direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) tidak hanya bertugas menindak pelaku, tapi juga harus memperkuat pencegahan dan pendampingan pasca-kejadian (after care) bagi korban," ujarnya.
Dalam perayaan Hari Kartini ini, Ida juga menyampaikan pesan Menteri PPPA Arifah Fauzi. Di mana dalam pesannya, Menteri Arifah berpandangan bahwa Kartini adalah simbol keberanian untuk berpikir melampaui zamannya. Di usia muda, Kartini telah menyuarakan ketidakadilan terhadap perempuan dan bangsanya, serta meyakini bahwa kemajuan bangsa tidak mungkin dicapai tanpa kemajuan perempuan. Ia pun membayangkan Indonesia yang lebih adil di mana perempuan bebas bermimpi, menempuh pendidikan, dan menentukan nasibnya sendiri.
"Hari ini, lebih dari satu abad setelah Kartini menulis pikirannya, perjuangan itu belum selesai. Masih banyak perempuan yang menghadapi tantangan dalam pendidikan, pekerjaan, perlindungan hukum, dan ruang-ruang pengambilan keputusan," jelas Ida membacakan amanat Menteri Arifah.
viralnasional.com &mdash Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap penggunaan dana haji yang tidak tepat sasaran dalam penyelenggaraan iba
Viral Nasional
viralnasional.com Pekanbaru&mdash Hanya butuh waktu beberapa hari, akhirnya tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Sat Reskrim Polres
Viral Berita
viralnasional.com Dumai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Pelabuhan Dumai Berseri ber
Berita
viralnasional.com Dumai Jelang penutupan Pasar malam Dumai Expo yang diselenggarakan tanpa ada kontribusi pada masyarakat Dumai dan Pem
Berita
viralnasional.com Pekanbaru Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau angkat bicara mengenai video viral perseteruan Iwan Pansa dengan sejumlah Toko
Viral Berita
viralnasional.com BENGKALIS &ndash Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026, kisah pengabdian Emdita Dasmi menjadi pe
Berita
viralnasional.com Dumai Bukan hanya dalam mengambil keputusan harus berhatihati. Tetapi dalam menyantap makanan dan minuman juga harus
Berita
viralnasional.com Dumai Teror lemparan batu pada truk yang melintas di Jalan DumaiLubuk Gaung kembali terjadi menyebabkan kaca bagian
Berita