Kamis, 06 Agustus 2026

15 SMA/SMK di Riau tak Melaporkan Keberadaan Kantin Sekolah

Administrator - Kamis, 06 Agustus 2026 09:53 WIB
15 SMA/SMK di Riau tak Melaporkan Keberadaan Kantin Sekolah
Kantin Sekolah menjadi tempat pavorit para siswa untuk berbelanja
viralnasional.com -- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Riau mengungkap fakta mengejutkan terkait keberadaan kantin sekolah negeri (SMA/SMK/SLB) di bawah kendali Dinas Pendidikan Riau. Hasil uji petik BPK menemukan banyak sekolah yang tidak melaporkan kantin dan usaha lainnya sesuai jumlah sebenarnya.

Baca Juga:
Padahal, keberadaan kantin sekolah merupakan salah satu objek retribusi yang bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemprov Riau. Jumlah kantin yang tidak dilaporkan sesuai fakta sebenarnya menyebabkan potensi PAD Riau menguap.

Berdasarkan dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan atas Pengelolaan Pajak, Retribusi dan Belanja Daerah Tahun 2024 sampai dengan Triwulan III Tahun 2025, BPK melakukan uji petik terhadap keberadaan kantin di 20 SMA/SMK dan SLB Negeri di wilayah Riau. Dari hasil pemeriksaan, terdapat 15 sekolah yang diduga tidak melaporkan kantin sesuai jumlah sebenarnya.

Adapun rincian sekolah yang tidak melaporkan jumlah kantin sesuai jumlah sebenarnya, yakni 9 SMA Negeri di Kota Pekanbaru, 2 SMK Negeri di Kabupaten Bengkalis serta 3 SMA/SMK Negeri di Kabupaten Rokan Hilir dan di SLB Pembina Riau. Sementara 5 sekolah lainnya melaporkan kantin sesuai jumlah yang sebenarnya.

Temuan BPK mengungkap, sebenarnya jumlah kantin di 15 sekolah tersebut sebanyak 95 usaha. Namun, pihak sekolah hanya melaporkan sebanyak 50 kantin. Itu artinya ada sebanyak 45 kantin yang tidak dilaporkan sebagai objek retribusi daerah.

Sebagai informasi, jumlah SMA/SMK Negeri di Riau pada tahun 2025 sebanyak 455 unit sekolah. Dengan demikian, uji petik BPK belum melakukan pemeriksaan kantin yang terdapat di 435 sekolah lain.

Hingga September 2025, besaran retribusi kantin sekolah yang diterima Pemprov Riau mencapai Rp 708 juta. Jumlah ini berkurang drastis bila dibandingkan dengan retribusi tahun 2024 sebesar Rp 1.224.300.000.

Berdasarkan laporan resmi, jumlah kantin pada 455 unit SMAN/SMKN/SLBN di Riau tahun 2024, terdapat sebanyak 483 usaha. Sementara pada periode tahun 2025, jumlah kantin sekolah sebanyak 492 usaha. Itu artinya, rata-rata jumlah kantin per sekolah hanya 1,1 usaha saja. Dalam kenyataannya, sejumlah sekolah memiliki lebih dari 2 usaha kantin.

Terjadinya selisih laporan jumlah kantin dengan kenyataan lapangan memicu pertanyaan sejauhmana pengawasan yang dilakukan oleh otoritas terkait, secara khusus Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau. Padahal, Disdik Riau memiliki banyak perangkat secara berjenjang mulai dari Kadis, Kabid, Kepala Cabang Wilayah (Kacabwil) hingga pengawas sekolah. ***(ant)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Vonis 2 Tahun Gubri Nonaktif Abdul Wahid, KPK Ajukan Banding
Pakai Sandi 'Sniper Darat' Sabu 2,69 Kg dari Dumai Mendarat ke Jawa
Menteri PU Dody Hanggodo Kaji Rencana Pembangunan Tol Pekanbaru-Kuansing,Ini Alasannya?
Lagi, Pemkot Dumai Rombak 'Kabinet' Ini Pejabat yang Dilantik
Ungkap Jaringan Narkoba Rohil, Amankan 86 Kg Sabu 5.171 Ekstasi dan Enam Tersangka
Jalani Perawatan, Jovi Mati Setelah Berjuang Ditangan Tim Medis
komentar
beritaTerbaru