Kamis, 12 Maret 2026

Basmi Barang Bekas, Pemerintah Batasi Barang Impor dari China

Administrator - Senin, 08 Desember 2025 13:44 WIB
Basmi Barang Bekas, Pemerintah Batasi Barang Impor dari China
Pakai an bekas yang bakal dilarang beredar
viralnasional.com - - Pemerintah memastikan langkah penertiban barang impor tidak berhenti pada pemberantasan thrifting atau penjualan pakaian bekas impor. Namun juga produk atau barang-barang baru yang datang begitu masif dari luar negeri ke pasar domestik.Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa pemerintah kini tengah menyiapkan pembatasan terhadap barang-barang baru asal China yang masuk ke Indonesia tanpa label dan pengawasan yang semestinya.

Baca Juga:
Hal Wajar, Biasa Saja Maman menjelaskan bahwa persoalan terbesar yang dihadapi pelaku UMKM bukan hanya banjirnya pakaian bekas impor, melainkan derasnya arus barang baru impor yang masuk secara masif melalui kontainer-kontainer.

Barang-barang tersebut, mulai dari pakaian, sepatu, celana, hingga jam tangan dan berbagai perlengkapan lain, masuk tanpa identitas produk, tanpa label standar, dan tanpa saringan kualitas.

"Berkontainer-kontainer (masuk ke Indonesia), tidak ada saringan, tidak ada pembatasan, ini yang lagi mau kita dalamai dan batasi jadi supaya barang kita juga bisa saing," kata Maman usai acara Indonesia Sport Summit 2025 di Jakarta, Minggu (7/12/2025).

Pemerintah, kata Maman, hanya akan membuka keran impor bagi barang-barang yang memang belum bisa diproduksi oleh industri dalam negeri.

"Kalau kita belum bisa produksi, silakan impor. Tetapi kalau kita sudah bisa produksi, ya harus kita batasi dong. Supaya produk lokal punya pasar dan kesempatan berkembang," tegasnya.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap keseimbangan ekosistem perdagangan bisa tercapai. Setelah penindakan terhadap perdagangan pakaian bekas impor menunjukkan hasil, fokus kini diarahkan pada penertiban barang baru impor ilegal agar industri dalam negeri tidak terus tertekan oleh praktik curang dan arus barang murah tanpa pengawasan. (nng)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kekasih Sesama Jenis Tewas Ditikam, Ternyata Ini Penyebabnya?
Tugboat Terbalik di Galangan Kapal PT ASL Batam, 3 Orang Tewas
Datang Naik Pesawat Pulang Bawa Emas, Pelaku Aksi Kejahatan di Batam Terungkap
Lewat Aplikasi Kencan, Tiga Pria Peras WN Malaysia  Capai Rp20 Juta
Polisi Sebut Guru Agama di SMK Batam Cabuli Lebih dari 10 Siswa dengan Modus Sanksi
Belum Tuntas Masa Hukuman di Penjara, Empat Napi Kembali Divonis 7 Tahun Motif  Bisnis Sabu di Jeruji
komentar
beritaTerbaru