Kutikam ‘Badanmu’ dengan Nozzle Gambut Hngga tak Bernyawa
viralnasional.com KEBAKARAN Lahan gambut belakangan ini semakin menggila,bahkan terjadi disejumlah daerah dengan kapasita lebar dan asapny
Berita
viralnasional.com - KEBAKARAN Lahan gambut belakangan ini semakin menggila,bahkan terjadi disejumlah daerah dengan kapasita lebar dan asapnya membuat negara tetangga kita kewalahan menyelimuti wilayahnya. Kebakaran lahan gambut merupakan ilusi yang menipu manusia.
Laporan : MISWANTO, Dumai
Karena di permukaan, api memerah mungkin terlihat sudah padam, namun di kedalaman satu setengah meter hingga tiga meter di bawah tanah, bara api setinggi ratusan derajat Celcius gesit menjalar mencari bahan bakar baru untuk dihanguskan.
Fenomena underground fire inilah yang kerap membuat kebakaran lahan di Riau berlangsung berbulan-bulan dan menghasilkan kabut asap pekat.
Di sinilah peran perwira Pertamina turun gunung peduli dengan kondisi yang terjadi. fitur revolusioner Nozzle Gambut (Nozgam) Pertamina mengambil peran pentng dalam membantu petugas dari unsur TNI,Polri,BPBD,Masyarakat Peduli Api (MPA) bertarung mematikan sumber api.
Alat ini tidak menyemprotkan air ke permukaan tanah secara sia-sia sebagaimana memadamkan kebaran rumah. Tetapo dengan bentuk pipa baja yang runcing seperti tombak, nozzle ini dirancang untuk dihujamkan langsung menembus badan atau hamparan tanah terbakar hingga bara api di bawah permukaan tanah.
Melalui lubang injeksi mikro multi-arah di sepanjang ujung pipanya, air bertekanan tinggi disemburkan merata di dalam tanah. Hasilnya luar biasa: metode ini mampu menjinakkan api bawah tanah 3 kali lebih cepat dibandingkan metode konvensional, sekaligus meminimalkan risiko munculnya titik api baru.
Dikarenakan nozzle gambut memiliki peran sangat penting dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), di kawasan lahan gambut karena kebakaran gambut memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kebakaran di lahan mineral.
Dengan perbandingan api pada lahan gambut tidak hanya membakar permukaan, tetapi dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan tanah. Bahkan, api bisa menyala dalam lapisan gambut meskipun kobaran api di permukaan sudah padam.
Nozgam yang lahir dari tangan tangan terampil perwira Pertamina sangat penting penggunaannya karena menjangkau api di bawah permukaan tanah. Nozzle yang dirancang untuk pemadaman gambut bisa bekerja maksimal dalam membantu mengalirkan air ke lapisan gambut yang terbakar sehingga proses pemadaman tidak hanya berfokus pada permukaan.
Nozgam Cegah Kebakaran Berulang
Lahir dari tangan tangan terampil dan pemikiran matang, nozzle gambut memmbantu mencegah kebakaran lahan berulang. Sebab bara api yang tertinggal di dalam gambut dapat kembali menyala disaat dihembus angin. Pembasahan lapisan gambut secara menyeluruh membantu mengurangi potensi munculnya kembali api.
Manager HSSE PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai Syahrial Okzani dengan gamblang menjelaskan peralatan nozzle gambut ini disiapkan khusus untuk menghadapi tantangan pemadaman di lahan gambut, yang menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.
Nozgam sendiri telah diakui secara nasional sebagai inovasi unggul. Dengan kemampuan menginjeksi air langsung ke lapisan tanah gambut, nozgam terbukti mampu mempercepat proses pemadaman hingga tiga kali lipat dibandingkan nozzle konvensional, sekaligus menekan biaya operasional secara signifikan.
Inovasi ini bahkan telah meraih penghargaan Dharma Karya Muda 2021 dari Kementerian ESDM. Ia menambahkan bahwa nozgam merupakan solusi konkret dalam penanganan kebakaran lahan gambut yang cenderung terjadi di bawah permukaan.
"Teknologi ini menyasar sumber bara secara langsung di bawah tanah, sehingga sangat efektif untuk mencegah kebakaran ulang (re-fire). Ini merupakan tantangan utama dalam pemadaman karhutla di kawasan gambut," jelas Syahrial.
Alumni S1 Teknik dari Universitas Hasanuddin dan S2 Magister Teknik (M.T.) Teknik Kimia dari Universitas Sriwijaya ini menambahkan penggunaan nozzle gambut secara tak langsung meningkatkan efektivitas penggunaan air dengan desain dan pola penyemprotan yang tepat, air dapat diarahkan ke titik kebakaran yang membutuhkan penanganan.
Dengan demikian akan mempercepat proses pemadaman. Nozzle yang sesuai dapat membantu petugas melakukan pembasahan pada area terdampak secara lebih terarah.
Sehingga mengurangi dampak kabut asap karena pemadaman hingga ke lapisan gambut yang terbakar membantu mengurangi sumber asap yang dapat mengganggu kesehatan masyaraka
Sinergi Pengendalian Karhutla
PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai berkomitmen dalam kesiapsiagaan mendukung pemerintah dalam upaya mitigasi pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.
Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai Tengku Muhammad Rum bahwa pengendalian karhutla tidak hanya menjadi isu lingkungan, tetapi berkaitan langsung dengan keberlangsungan operasional dan keselamatan.
Sebab karhutla merupakan risiko nyata harus diantisipasi secara serius karena berdampak terhadap keandalan operasional dan keselamatan lingkungan dan masyarakat.
Dampak asap yang ditimbulkan mengganggu kesehatan pekerja, masyarakat, pelajar,balita serta ibu hamil yang berdampak pada aktivitas operasional kilang. Melalui fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Pertamina terus memperkuat kesiapsiagaan, baik dari sisi personel, peralatan, maupun sistem respons cepat di lapangan.
Nozzle gambut merupakan inovasi perwira Pertamina dari Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning. Dirancang untuk menginjeksikan air ke dalam tanah guna memadamkan api bawah permukaan hingga tiga kali lebih cepat dibandingkan metode konvensional.
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai menegaskan komitmennya untuk terus terlibat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla melalui kolaborasi lintas sektor, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan ketahanan energi nasional.
Hibahkan Nozzle Gambut Polres dan Pemerintah
Tengku Muhammad Rum menambahkan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Dumai mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dengan menyerahkan hibah dua unit nozzle gambut ke Polres dan Pemerintah Dumai.
Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk dukungan nyata perusahaan dalam memperkuat kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap karhutla. Sebelumnya, RU II Dumai juga telah menyalurkan 10 unit nozzle gambut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai.
Hibah ini merupakan bentuk sinergi antara dunia usaha dan aparat dalam memperkuat kesiapsiagaan serta respons cepat terhadap kebakaran lahan.
"Kami berharap dukungan berupa nozzle gambut dapat membantu mempercepat proses pemadaman, terutama di lahan gambut yang memiliki karakteristik kebakaran bawah permukaan. Ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus hadir dan berkontribusi dalam menjaga keselamatan lingkungan serta masyarakat,"ujarnya.
Langkah ini mencerminkan kepedulian Pertamina terhadap kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasi perusahaan, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti BPBD dan Polres Dumai, dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla secara terpadu.
Di balik upaya tersebut, terdapat cerita pengabdian para perwira rela meninggalkan momen kebersamaan demi tanggung jawab kemanusiaan dan lingkungan.
"Memang berat saat harus meninggalkan keluarga di momen Lebaran, tapi kami sadar ini adalah tanggung jawab. Ketika ada kebakaran, apalagi dekat pemukiman warga, kami harus segera turun. Bagi kami, yang terpenting api cepat padam dan masyarakat tetap aman," ujar Herman salah satu Perwira yang ditemui media dilapangan.
Tim bekerjakeras memadamkan kebakaran lahan untuk memastikan api tak lagi muncul terutama pada lahan gambut dalam. "Karena semua berdampak jika pemadaman tak tuntas karena mengeluarkan asap tebal yang mengganggu pada aktivitas di masyarakat, tempat kerja dan pendidikan,"katanya lagi.
"Pertamina tidak hanya fokus pada operasional, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Kehadiran tim Fire Brigade di tengah masyarakat, termasuk saat momen Lebaran, adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap potensi karhutla yang dapat berdampak luas,"tuturnya.
Kembangkan Kampung Gambut
Syahrial Okzani menambahkan PT Patra Niaga Kilang Pertamina Internasional Dumai peduli dengan mengembangkan program Kampung Gambut Berdikari di Kecamatan Sungai Pakning Kabupaten Bengkalis untuk mendukung upaya pengurangan risiko bencana kebakaran hutan gambut dan pengendalian perubahan iklim.
Program mitigasi kebakaran hutan gambut melibatkan warga di Sei Pakning ini bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dan sekaligus meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.
Sejumlah program sudah berjalan diantaranya, penguatan kelompok masyarakat peduli api, pengembangan pertanian Nanas terintegrasi, pengembangan pertanian lahan gambut dengan sistem poligowo.
Kemudian, pelestarian arboretum gambut, pengembangan budidaya Lebah Madu Hutan gambut serta program edukasi kepada anak dan generasi muda melalui sekolah cinta gambut. Arboretum Gambut menjadi tempat pelestarian flora khas gambut seperti kantong semar (Nepenthes sp) dan pertama dikembangkan di Pulau Sumatera.
Program Kampung Gambut Berdikari bagian dari upaya mendukung implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG's), yakni pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, penanganan perubahan iklim dan menjaga ekosistem daratan.
"Program ini lahir dari keinginan masyarakat untuk bersama mencegah dan memitigasi bencana kebakaran hutan gambut, dimulai dari Kecamatan Bukit Batu, dan kini sudah dikembangkan hingga Kecamatan Siak Kecil dan Bandar Laksamana Bengkalis,"katanya.
Dijelaskan, dari program mitigasi kebakaran hutan gambut berbasis masyarakat ini telah mengantarkan Kilang Sei Pakning memaparkan keberhasilan program dalam ajang internasional, yakni pada Conference of the Parties di Madrid pada 2019 dan ajang United Nations Framework Confention on Climate Change, Galsgow 2021.
Okzani menambahkan siapa sangka, sebuah pipa runcing yang dimodifikasi oleh tangan-tangan kreatif Perwira Pertamina Dumai kini menjadi penyelamat jutaan paru-paru di Riau. Alat yang dinamai Nozzle Gambut ini tidak hanya memenangkan penghargaan nasional Dharma Karya Muda dari Kementerian ESDM, tetapi kini resmi menjadi senjata andalan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di bawah komando tim HSSE Pertamina untuk memastikan api gambut padam tuntas hingga ke tapak terdalam
Bara api yang bersembunyi di kedalaman tanah gambut Riau kini tidak lagi menjadi misteri yang mustahil dipadamkan. Lewat inovasi Nozzle Gambut (Nozgam), tim Fire Brigade Pertamina Patra Niaga Regional Dumai bersama kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Tanjung Palas Kecamatan Dumai Timur, Riau berhasil menjinakkan kebakaran bawah tanah (underground fire) tiga kali lebih cepat dari metode konvensional, sekaligus menyelamatkan wilayah pesisir Dumai dari kepungan kabut asap pekat.
Udara Bersih di Tengah Kepungan Asap
Komitmen Pertamina tidak berhenti saat api padam. Menyadari bahwa dampak kabut asap menyerang kesehatan paru-paru masyarakat, aksi kemanusiaan paralel langsung digerakkan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Dumai Wahyu Wicaksono mengatakan tim Pertamina Patra Niaga bergerak mendistribusikan ribuan masker KN95 kepada pengendara jalan dan warga sekitar.
Tidak hanya itu, paket nutrisi berupa susu steril siap minum dan suplemen vitamin disalurkan secara berkala untuk menjaga benteng pertahanan imun para petugas lapangan yang terus menghirup udara ekstrem demi menyelamatkan lingkungan Dumai.
Kata Syahrial Okzani menambahkan secara kasat mata kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya terjadi di lahan kering tetapi juga lahan basah seperti lahan gambut, terutama pada musim kemarau, dimana lahan basah tersebut mengalami kekeringan.
Supaya karhutla tak terus terjadi, dan jikapun terjadi dapat segera diatasi pemadamannya sehingga tak menimbulkan kabut asap tebal yang dapat mengganggu berbagai aktivitas manusia karena kabut asap yang parah dan menebal membuat jarak padang semakin terbatas. Akibatnya berdampak pada timbulnya penyakit infeksi saluran pernafasan bagi masyarakat berkurangnya efesiensi kerja, sekolah-sekolah dan aktivitas masyarakat akan menjadi terhambat serta mengancam habitat hewan.
Kata Okzani menjelaskan untuk mengatasi berbagai dampak serta tak mengulangi terjadi kebakaran hutan dan lahan membutuhkan waktu panjang untuk proses pemadaman Pertamina di Sungai Pakning Riau mengedepankan aspek inovasi teknologi.
Mengelola mitigasi karhutla berbasis masyarakat setempat sehingga ketika karhutla tejadi cepat tanggap melakukan proses pemadaman. Tak hanya itu kata pria yang selalu mengenakan pakaian seragam kebesaran Pertamina berwarna biru ini Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai berhasil menciptakan inovasi Nozzle Gambut berfungsi mengatasi kebakaran lahan gambut lebih cepat di wilayah Kecamatan Bukit Batu dan Dumai.
Tentunya inovasi Nozzle Gambut Pertamina yang kami ciptakan dilakukan melalui modifikasi variable nozzle agar sumber air bertekanan dapat diinjeksikan ke dalam tanah gambut lapisan paling dalam.
Memang awalnya, katanya melanjutkan konsep Pertamina Kilang Internasional dalam dalam teknik pemadaman kebakaran gambut hanya berfokus pada surface fire atau fokus pada api di atas permukaan tanah. Namun dengan berbagai pemikiran serta diskusi internal muncul inovasi Nozzle Gambut yang manfaatnya sangat besar dalam memadamkan underground fire atau api di dalam tanah gambut.
Komitmen Pertamina mengatasi karhutla melalui Nozzle Gambut dilakukan secara terintegrasi dengan tetap melibatkan kelompok masyarakat setempat. Melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kecamatan Bukit Batu dan Dumai untuk menumbuhkan sikap kepedulian untuk memberdayakan dan mendorong masyarakat menerapkan kebijakan tanpa bakar dalam mengelola lahan serta membina masyarakat agar dapat menjaga wilayahnya terbebas dari api. Adanya masyarakat Peduli Api dari masing-masing desa untuk mencegah kebakaran dan kabut asap di lingkungan tempat tinggal mereka.
Mengedepankan Aspek Teknologi
Kilang Pertamina Internasional unit Sungai Pakning terus memberikan kontribusi untuk masyarakat sekitar seperti pembinaan pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), pembinaan bagi budidaya madu, serta pembinaan pada Masyarakat Peduli Api (MPA).
Untuk mengatasi persoalan kebakaran lahan, Pertamina Sungai Pakning terus mengedepankan aspek inovasi teknologi. Selain mengelola mitigasi karhutla berbasis masyarakat, Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional Unit Dumai menciptakan inovasi nozzle gambut berfungsi mengatasi kebakaran lahan gambut lebih cepat melalui pemadaman bara api di gambut terdalam.
Tak hanya itu mitigasi karhutla di Provinsi Riau, inovasi nozzle gambut memiliki keterkaitan dengan Tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-13 mengambil tindakan cepat untuk mengatasi perubahan iklim dalam rangka mencapai tujuan nasional penanganan perubahan iklim pada tahun 2030 berupa penurunan emisi gas rumah kaca melalui mitigasi re-fire lahan gambut.
Tengku Muhammad Rum ketika dihubungi secara gamblang menjelaskan melalui program MPA Pertamina telah berkontribusi menghibahkan Nozzle Gambut sebanyak 10 unit.
Lain itu,Pertamina memberi edukasi mitigasi karhutla, dan pelatihan pemadaman api guna memperluas dampak program Nozzle Gambut, Pertamina menggandeng Manggala Agni Provinsi Riau, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan Indonesia yang dibentuk oleh Departemen Kehutanan sebagai mitra strategis. Dirangkulnya pihak pihak yang terkait dengan kebakaran lahan tersebut agar persoalan karlahut bisa terpecahkan dan api yang membakar lahan gambut bisa dipadamkan.
Pria low profile yang mengenakan safety helmet ini melanjutkan khusus untuk penanganan karhutla, kelompok MPA ini didukung juga oleh pemerintah daerah Kecamatan Bukit Batu. Selain memberikan bimbingan dalam penanganan karhutla, Pertamina juga memberikan bimbingan kepada anggota PMA berupa pelatihan mengelas, pelatihan pemadam kebakaran. Dari berbagai pelatihan tersebut para peserta akan mendapatkan sertifikat yang dapat dipergunakan untuk melamar bekerja pada perusahaan. Kontribusi dari kesemuanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.
Tak hanya itu, Pertamina Unit Operasi Sungai Pakning juga mengembangkan Kampung Gambut Berdikari, yang kegiatannya diperluas dengan pelatihan pemberdayaan ekonomi di lahan gambut melalui pertanian nanas.
Nozzle gambut yang lahir dari karyawan Pertamina sebagai inovasi ditengah-tengah pandemi. Kami harapkan, inovasi Nozzle Gambut yang dikembangkan oleh PT KPI Unit Operasi Dumai dapat menjadi contoh baik dari sisi teknologi maupun pemberdayaan masyarakat bagi unit-unit operasi Pertamina lain agar dampak ESG-nya (Environmental, Social, Governance) semakin luas.
Potensi kebakaran di lahan gambut dapat menjadi semakin besar jika terjadi pengeringan. Hal ini disebabkan oleh fungsi penyerapan air pada gambut yang sangat kering akan sulit dilakukan karena gambut sudah tidak berfungsi sebagai tanah dan sifatnya sama seperti kayu kering.
Semua pakar menegaskan lahan gambut dikenal merupakan salah satu sumber dari kejadian bencana kebakaran hutan, hal ini dikarenakan perubahan iklim yang terjadi sehingga saat ini lahan gambut lebih mudah terbakar.
Kebakaran lahan berdampak pada aspek ekonomi, sosial, dan kesehatan masyarakat akibat terlalu banyak menghirup asap. Adanya bencana kebakaran hutan yang sering terjadi setiap tahunnya menjadikan masyarakat harus lebih waspada dan harus memiliki kemampuan untuk menangani kebakaran. Wilayah yang luas dan tidak dengan mudah dapat dijangkau merupakan permasalahan yang menjadi perhatian jika suatu saat terjadi kebakaran hutan.
Memadamkan Gambut Lebih Cepat
Ketua MPA Sungai Sembilan, Dumai, Riau Miswanto mengungkapkan kebakaran lahan gambut lebih mendominasi ulah manusia, baik yang sengaja melakukan pembakaran maupun akibat kelalaian dalam menggunakan api serta berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan.
Hal ini didukung oleh kondisi tertentu yang membuat rawan terjadinya kebakaran seperti gejala El Nino, kondisi fisik gambut yang terdegradasi.
Program mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Pertamina terus kedepankan aspek inovasi teknologi. Selain mengelola mitigasi karhutla berbasis masyarakat, Pertamina melalui PT Patra Niaga Dumai telah menciptakan inovasi Nozzle Gambut berfungsi mengatasi kebakaran lahan gambut lebih cepat.
Karena karakteristik lahan gambut ini menyebabkan kebakaran yang terjadi tak hanya di permukaan tanah (surface fire), melainkan juga terjadi pada dalam tanah gambut (underground fire) cukup berbahaya karena berpotensi mengakibatkan kebakaran ulang atau re-fire.
Dengan Nozzle Gambut ini kata Miswanto Pertamina hadir membawa perubahan dalam mendinginkan underground fire, supaya tidak terjadi eskalasi api kebakaran.
Hal senada disampaikan M Syahlan anggota MPA mengamini bahwa keunggulan Nozzle Gambut dibandingkan Nozzle biasa kemampuannya dalam memunculkan api kembali. Karena adanya modifikasi stik Nozzle Gambut yang berfungsi mengalirkan air ke dalam tanah saat ditancapkan ke tanah gambut melalui lubang pori-pori yang terdapat di ujung stik tersebut. Fleksibilitas pemadaman, stik nozzle gambut bisa dilepas dari rangkaian sehingga bisa menjadi variable nozzle biasa yang bisa melakukan pemadaman.
"Keunggulan desain tersebut, stik nozzle gambut dapat memadamkan api lebih cepat,"sebutnya.
Kata mereka menjelaskan nozzle gambut yang diciptakan merupakan inovasi pemanfaatan nozzle lama dan besi bekas pipa air yang sudah tidak digunakan. Semuanya barang bekas tapi manfaatnya setelah digunakan sangat besar dalam menciptakan udara bersih. karena lahan gambut yang terbakar cepat dipadamkan hingga lapisan terdalam.
Lahan Kosong untuk Pertanian
Sudah menjadi rahasia umum jika lahan gambut merupakan kawasan rawan kebakaran. Salah satunya lahan gambut yang berada di sekitar Kilang Pertamina Unit Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis, Riau. Dulu, lahan tersebut tidak terawat, ditumbuhi semak belukar dan sering terjadi kebakaran.
Camat Sungai Sembilan Abdul Ghafar, SSTP ketika dihubungi menjelaskan banyak lahan namun tidak produktif, kurangnya edukasi pada masyarakat mengenai pemanfaatan lahan gambut menjadi faktor minimnya upaya mitigasi karhutla.
Namun kini telah terbentuk Program Kampung Gambut Berdikari dengan mengusung Sub-program unggulan yaitu Pertanian Nanas Terintegrasi. Program ini pada awalnya menggandeng sepuluh orang petani berada di Kampung Jawa dengan aktivitas pertanian beberapa jenis sayuran seperti kankung, bayam, kacang-kacangan dan mentimun
Perubahan dalam masyarakat dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah perubahan yang disebabkan oleh bencana. Terjadinya bencana sering kali menjadikan masyarakat merubah pola hidupnya dan menyesuaikan dengan bencana yang ada di lingkungan tempat tinggalnya. Jenis bencana yang terjadi tentunya berbeda-beda sesuai dengan keadaan alam di wilayah tersebut.
Dari Gambut, Pertamina Patra Niaga Kilang Sabet Penghargaan Platinum
Komitmen keberlanjutan upaya PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai dalam pemberdayaan wilayah pesisir dan pemulihan ekosistem lahan gambut melalui program CID (Community Involvement & Development) kembali mendapatkan pengakuan pada ajang Indonesia's SDGs Awards (ISDA) 2026, Selasa (29/9/2026)
Kilang Dumai berhasil menyabet predikat Platinum untuk Kategori Penanganan Perubahan Iklim melalui program Serumpun Lestari (Gerakan Bersama Masyarakat dalam Menjaga Pesisir dan Gambut untuk Negeri yang Tangguh dan Lestari), dan selaras dengan Pilar Lingkungan pada Tujuan ke-13 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum.
Ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pengakuan yang diberikan untuk inisiatif program pemberdayaan masyarakat yang selama ini telah dijalankan Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai.
"Penghargaan ini adalah bukti nyata konsisten Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai melakukan inovasi sosial yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasi Kilang melalui sejumlah inisiatif program TJSL. Penghargaan ini bukan milik kami sendiri, melainkan juga milik masyarakat, pemerintah, serta seluruh stakeholder yang telah senantiasa berkolaborasi mendukung Kilang Dumai," ujar Muhammad Rum.
ISDA 2026 dianugerahkan kepada Perusahaan yang telah dinilai berhasil mengimplementasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara konsisten, terukur, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG's). Hal itu sejalan dengan sambutan yang disampaikan oleh Ketua Umum CFCD Thendri Supriatno, yang menyatakan bahwa Corporate Forum for Community Development (CFCD) hadir untuk menaungi pelaku usaha yang memiliki good knowledge, good people, dan good heart dalam menjalankan program CSR.
Program Serumpun Lestari yang dijalankan oleh Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai merupakan inisiatif pemulihan wilayah pesisir dan ekosistem gambut di Kota Dumai yang berada dekat dengan wilayah operasional perusahaan. Program ini hadir untuk mengatasi degradasi lingkungan akibat abrasi dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan meningkatnya kerentanan lingkungan, sosial, serta ekonomi masyarakat.
Abrasi yang masih menjadi persoalan serius di Kota Dumai juga pelah-pelan telah mengikis wilayah daratan sehingga berdampak pada menurunnya pendapatan nelayan. Disisi lain, kondisi geografis Dumai yang didominasi oleh lahan gambut juga memberikan kerentanan potensi karhutla serta potensi ekonomi berbasis lahan gambut yang belum teroptimalkan dengan baik.
Berangkat dari kondisi tersebut, program Serumpun Lestari hadir untuk menjawab persoalan yang dihadapi oleh kelompok nelayan di Kelurahan Mundam dan petani di Kelurahan Tanjung Palas, yang diimplementasikan berdasarkan hasil social mapping dan dikembangkan melalui inovasi sosial yang inklusif guna mendorong peningkatan kapasitas serta kemandirian masyarakat.
Inisiatif ini juga mencakup upaya peningkatan kesehatan dan pemenuhan gizi bagi ibu hamil serta balita sebagai bagian dari dukungan upaya pengentasan stunting di Kota Dumai. Salah satu bentuk inovasi sosial yang dihadirkan Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai yaitu program budidaya perikanan dengan metode bioflok dan dukungan PLTS Off-grid 4,4 kWp panel surya dan 5 kWh baterai serta peningkatan kapasitas bagi kelompok Nelayan Mundam Jaya. Disamping itu, Kilang Dumai juga telah menghadirkan inovasi sistem irigasi tata kelola air lahan gambut bagi Kelompok Masyarakat (Pokmas) Alam Tani.
Lebih lanjut, Muhammad Rum menyampaikan bahwa keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak.
"Penghargaan tentu bukan tujuan utama kami, melainkan bagaimana setiap program dapat memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kami berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun hari ini dapat terus diperkuat, dan harapannya pencapaian ini juga dapat menginspirasi pihak lain untuk bersama-sama berkontribusi bagi pembangunan Kota Dumai," pungkas Muhammad Rum.*** sumber: wawacara langsung serta dari berbagai sumber
Baca Juga:
viralnasional.com KEBAKARAN Lahan gambut belakangan ini semakin menggila,bahkan terjadi disejumlah daerah dengan kapasita lebar dan asapny
Berita
viralnasional.com DUMAI &ndash Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kota Dumai ke10 tahun 2026 yang dilaksanakan, Sabtu (31/10/2
Berita
viralnasional.com DUMAI &ndash Pembangunan Jalan Soekarno Hatta di Kota Dumai menjadi perhatian setelah ditemukan keretakan pada beberapa
Berita
viralnasional.com DUMAI &ndash Persiapan Konferensi Kota (Konferkot) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Dumai telah mencapai 98 persen. Ag
Berita
viralnasional.com Siak Kurang berhati hati di jalan raya, kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Perawang KM 10, Kampung Perawang Barat,
Berita
viralnasional.com Peta persaingan antardaerah dalam menarik minat penanam modal di Provinsi Riau memperlihatkan pergerakan yang dinamis da
Berita
viralnasional.com Jakarta &ndash BPJS Kesehatan memastikan Dana Bantuan untuk Kecukupan Dana Jaminan Sosial Kesehatan yang digelo
Ekonomi
viralnasional.com DUMAI &ndash Polres Dumai menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning Tahun 2026 di halaman Mapolres Dumai
Berita