Senin, 16 Februari 2026

Operasi Alfa Bravo Moskona 2025 Libatkan Stakeholder Termasuk Basarnas

Operasi Alfa Bravo Moskona 2025
Administrator - Senin, 28 April 2025 13:30 WIB
Operasi Alfa Bravo Moskona 2025 Libatkan Stakeholder Termasuk Basarnas
Kepala Kantor SAR Manokwari, Yefri Sabaruddin, S.P., M.A.P.

viralnasional.com - Bintuni - Polri dalam Operasi Alfa Bravo Moskona 2025 melibatkan berbagai stakeholder, termasuk Basarnas.

Baca Juga:

Sinergi ini mencerminkan dedikasi untuk menyelesaikan misi kemanusiaan meski dihadapkan pada tantangan berat.

Kepala Kantor SAR Manokwari, Yefri Sabaruddin, S.P., M.A.P., menegaskan pentingnya kolaborasi dan perencanaan matang untuk mengatasi medan yang dikenal penuh risiko.

Persiapan Basarnas dimulai dengan menerima informasi rinci dari Polda Papua Barat mengenai kondisi lapangan.

Data ini memungkinkan tim Basarnas untuk menentukan metode, peralatan, dan taktik pencarian yang paling efektif untuk digunakan.

"Berita yang lengkap dan akurat dari Polda membantu kami mempersiapkan peralatan seperti drone untuk pengamatan zona kuning dan personel dengan keahlian khusus seperti high angle rescue serta water rescue," jelas Yefri.

Dalam operasi ini, Basarnas memfokuskan sumber daya ke tiga zona utama: Merah, Kuning, dan Hijau. Zona Merah, sebagai wilayah paling berbahaya yang berada di area rawan aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), menjadi tanggung jawab SAR Polri. Namun, Basarnas tetap menurunkan seorang personelberkompetensi khusus untuk mendampingi Kapolda, memastikan keselamatan di tengah medan ekstrem seperti hutan lebat dan aliran sungai yang deras.

Di Zona Kuning, Basarnas menurunkan personel dengan dukungan drone untuk pengamatan visual.

"Zona Kuning memiliki banyak kendala seperti arus deras dan cuaca yang cepat berubah. Drone kami gunakan untuk memastikan area ini tersapu secara menyeluruh setiap harinya," kata Yefri.

Sementara itu, di Zona Hijau, Basarnas membagi personel ke dua area utama, dengan total sembilan orang yang dilengkapi peralatan pendukung pencarian.

Kerja keras tim gabungan ini tidak lepas dari berbagai tantangan. "Arus sungai sering berubah, cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi, serta ancaman hewan buas seperti buaya dan kasuari menjadi hambatan besar," tambahnya. Meski demikian, Basarnas tetap berkoordinasi dengan Polri untuk memastikan operasi berjalan sesuai dengan prosedur yang aman dan efisien.

Selain itu, Yefri menyampaikan harapan agar pencarian ini segera memberikan hasil.

"Kami berharap ada tanda-tanda keberadaan korban, baik dalam bentuk pakaian, atribut, atau petunjuk lainnya. Itu akan sangat membantu menyelesaikan persoalan ini," ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Polri yang melibatkan masyarakat setempat untuk memberikan informasi terkait jika melihat indikasi keberadaan korban. Operasi ini kembali menunjukkan bahwa misi kemanusiaan tidak mengenal batasan, meski medan penuh risiko dan tantangan.

Sinergi antara Polri, Basarnas, dan berbagai pihak lain seperti TNI, tokoh masyarakat, serta tokoh agama menjadi kunci utama keberhasilan operasi ini.

Sebuah cerminan nyata dari komitmen bersama untuk menemukan Iptu Tomi Samuel Marbun dan menjawab harapan keluarganya.

SHARE:
Tags
beritaTerkait
WN Malaysia Bawa 99.600 Butir Ekstasi Ditangkap di Hotel Dumai
Gunakan Mobil Nopol Dumai BM 1437 RZ Jaringan 30 Kg Sabu Senilai Rp54 Miliar Diamankan di Palembang
Tiga Oknum Polisi Pesta Narkoba di Hotel Bersama Warga Sipil
Korban Pesawat ATR 432-500 Ditemukan, Evakuasi Terkendala Medan
Mutasi Polri Akhir Tahun,  Wakapolda Bergeser, Mantan Kapolres Dumai Pimpin Dir Poldairud Jambi
Buat Pengaduan, Ini Nomor WhatsApp Terhubung Pelayanan Reserse Bareskrim
komentar
beritaTerbaru