Indonesia Krisis Energi, Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi
viralnasional.com Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menerbitkan kebijakan pembatasan kuota dan konsumen tertentu terkait
Ekonomi
viralnasional.com - Salatiga — Dalam rangkaian peringatan Hari Kartini, Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO Bareskrim Polri menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk RISE & SPEAK di MTsN Negeri Salatiga.
Baca Juga:
Kegiatan ini mengusung semangat "Berani Bicara, Selamatkan Sesama" dan dihadiri langsung oleh Direktur PPA dan PPO yang juga merupakan alumni MTsN Salatiga angkatan 1988. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong keberanian siswa, guru, dan masyarakat agar tidak diam terhadap segala bentuk kekerasan, sekaligus menanamkan budaya pencegahan sejak dini di lingkungan sekolah.
"Diam bukanlah satu pilihan. Berani bicara itu mulia," tegas Direktur PPA dan PPO dalam sambutannya. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa Dit Tipid PPA dan PPO Bareskrim Polri tidak hanya menindak pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak, tetapi juga membangun ekosistem edukatif yang melibatkan berbagai pihak mulai dari guru, siswa, orang tua, hingga komunitas pesantren.
"Kami hadir bukan sekadar menegakkan hukum, namun juga membangun budaya pencegahan dan pelindungan yang berkeadilan, inklusif, dan berperspektif gender," ujarnya. Program RISE & SPEAK juga mengajak sekolah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), menyediakan kanal pelaporan ramah anak, pelatihan guru, serta pendampingan psikososial bagi korban. Selain itu, siswa diajak menjadi agen perubahan lewat program seperti ROOTS.
"MTsN Salatiga kami dorong menjadi pelopor sekolah ramah anak dan pelindung nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan Islam," imbuhnya. Kepada para guru, Direktur PPA dan PPO mengingatkan pentingnya implementasi Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023, agar kekerasan dalam bentuk apapun dapat dicegah sejak dini.
Sementara kepada siswa, beliau menyampaikan tujuh strategi praktis untuk melindungi diri dan orang lain dari kekerasan, termasuk membangun komunikasi terbuka dengan guru dan orang tua, serta menjauhi lingkungan yang rawan kekerasan. "Jadikan ilmu sebagai pelita, dan akhlak sebagai perisai dari kejahatan. Jangan takut bicara jika ada yang tidak nyaman," pesannya kepada siswa. Acara ditutup dengan syair pantun yang menggugah semangat siswa untuk berani melaporkan jika melihat atau mengalami kekerasan.
"Jika melihat yang disakiti, jangan diam, ayo bantu dan tegur dengan santun," bunyi salah satu pantun yang disampaikan Direktur PPA dan PPO. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Polres Salatiga dan disambut antusias oleh seluruh civitas akademika MTsN Salatiga.
Dengan semangat kolaboratif dan kepedulian bersama, acara ini diharapkan menjadi awal dari lingkungan pendidikan yang lebih aman dan ramah anak di Indonesia.
viralnasional.com Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menerbitkan kebijakan pembatasan kuota dan konsumen tertentu terkait
Ekonomi
viralnasional.com Dumai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dumai Wahyu Wicaksono menyampaikan bahwa sejumlah kebakaran
Berita
viralnasional.com Prajurit TNI Praka Farizal Romadhon, yang menjadi anggota Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Fo
Viral Internasional
viralnasional.com Bengkalis Tim Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis menangkap buronan (DPO) terpidana kasus korupsi jual beli la
Berita
viralnasional.com Kabar duka datang dari jajaran pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Seorang anggota Manggala Agni Daops Siak, Muharm
Berita
viralnasional.com Timnas Indonesia kalah di final FIFA Series 2026. Garuda kesulitan membongkar pertahanan Bulgaria harus mengakui keung
Sport
viralnasional.com Dumai Jeritan histeris pecah di area ruang Hemodialisa RSUD Dumai pada Jumat, 27 Maret 2026. Seorang balita perempuan
Berita
viralnasional.com Negara Iran belum membuka selat Hormuz untuk Indonesia. Terkait hal itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Viral Internasional