Jumat, 13 Maret 2026

Pabrik Bata Tutup, Perusahaan PHK 200 Lebih Karyawan

Administrator - Selasa, 07 Mei 2024 15:40 WIB
Pabrik Bata Tutup, Perusahaan PHK 200 Lebih Karyawan
f-ilustrasi
viralnasional.com - JAKARTA -- PT Sepatu Bata Tbk memutus hubungan kerja (PHK) 200 lebih karyawan imbas penutupan pabrik di Purwakarta, Jawa Barat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Purwakarta Kabupaten Purwakarta Didi Garnadi mengatakan lebih dari 200 orang yang kena pemangkasan usai pabrik tersebut tutup.

Baca Juga:
"Pada awal Mei 2024, kami menerima laporan terjadinya PHK karena perusahaannya (pabriknya) tutup," katanya dikutip Antara, Minggu (5/5).

Pihaknya juga telah menerima informasi dari manajemen mengenai kondisi Sepatu Bata yang penjualannya turun. Sebelum menutup pabrik, manajemen telah melaporkan rencana penghentian produksi.

Pasalnya, selama empat tahun terakhir, pabrik Sepatu Bata di Purwakarta ini mengalami kerugian akibat sepi order.

Terpisah, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memanggil manajemen Sepatu Bata. Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mengatakan pihaknya akan memberikan saran untuk memperkuat pabrik sepatu tersebut.

Hal tersebut, katanya, berkaitan dengan kebijakan larangan terbatas atau lartas yang bertujuan untuk mengendalikan barang impor masuk ke Indonesia.

Apalagi, Kemenperin melihat komposisi bisnis Bata, sebagian besar berada di bidang retail yang diisi dari produk impor.

"Manufaktur Bata sendiri hanya sebagian kecil yang memproduksi sepatu, itu pun bahan bakunya berasal dari impor," katanya.

Febri berharap dengan kebijakan lartas, industri alas kaki bisa mulai membangun dan memaksimalkan pabrik mereka di Indonesia. Dengan lartas katanya impor produk jadi ke Indonesia akan dikendalikan.

"Untuk (impor) bahan baku kan tetap lancar. Supaya pasar dalam negeri diisi oleh industri dalam negeri," katanya.

Sebelumnya, Corporate Secretary Sepatu Bata Hatta Tutuko mengatakan perusahaan menutup operasional pabrik di Purwakarta karena merugi di tengah menurunnya permintaan.

Ia menuturkan Bata telah melakukan berbagai upaya selama empat tahun terakhir di tengah kerugian dan tantangan industri akibat pandemi covid-19. Di lain sisi, perubahan perilaku konsumen yang begitu cepat juga menjadi tantangan.

Namun, perusahaan tak merinci beberapa kerugian yang diderita. Hatta hanya mengatakan kapasitas produksi pabrik jauh melebihi kebutuhan yang bisa diperoleh secara berkelanjutan dari pemasok lokal di Tanah Air.*** (fby/cnni/pta)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kekasih Sesama Jenis Tewas Ditikam, Ternyata Ini Penyebabnya?
Tugboat Terbalik di Galangan Kapal PT ASL Batam, 3 Orang Tewas
Datang Naik Pesawat Pulang Bawa Emas, Pelaku Aksi Kejahatan di Batam Terungkap
Lewat Aplikasi Kencan, Tiga Pria Peras WN Malaysia  Capai Rp20 Juta
Polisi Sebut Guru Agama di SMK Batam Cabuli Lebih dari 10 Siswa dengan Modus Sanksi
Belum Tuntas Masa Hukuman di Penjara, Empat Napi Kembali Divonis 7 Tahun Motif  Bisnis Sabu di Jeruji
komentar
beritaTerbaru