Selasa, 31 Maret 2026

Kejadian di RSUD dr Suhatman Balita 3 Tahun Terjepit Pintu Lift

Administrator - Selasa, 31 Maret 2026 04:14 WIB
Kejadian di RSUD dr Suhatman Balita 3 Tahun Terjepit Pintu Lift
f-ilustrasi
Keluarga pasien mencoba membuka paksa lift RSUD dr Suhatman Dumai
viralnasional.com - Dumai --Jeritan histeris pecah di area ruang Hemodialisa RSUD Dumai pada Jumat, 27 Maret 2026. Seorang balita perempuan berumur tiga tahun mengalami luka serius usai terjepit pintu lift gedung. Peristiwa mencekam tersebut terjadi pukul 13.50 WIB. Pengunjung seketika panik melihat tangan mungil korban terjepit besi pintu lift.

Baca Juga:
Kapolres Dumai, AKBP Angga F Herlambang, menjelaskan kronologi awal mula kecelakaan kerja alat tersebut. Orang tua korban saat itu sedang sibuk mengurus administrasi perpindahan pengobatan ke rumah sakit. Fokus sang ibu terbagi antara tumpukan berkas dokumen serta pengawasan terhadap buah hati tercinta. Namun, malang tidak dapat ditolak saat pintu lift mulai bergerak menutup secara otomatis dengan cepat.

"Orang tua korban sedang mengurus administrasi perpindahan pengobatan dari Dumai ke Duri," ujarnya. Pernyataan AKBP Angga F Herlambang ini disampaikan secara resmi kepada awak media Senin, 30 Maret 2026. Dia menyebutkan korban bernama Atalia Purba sedang berada di dekat area pintu lift tersebut. Diduga kuat faktor kelengahan menjadi pemicu utama sang bocah bermain di zona berbahaya itu.

Situasi di depan lift ruang Hemodialisa langsung berubah menjadi medan evakuasi yang sangat tegang. Perawat bersama keluarga pasien lain berusaha memberikan pertolongan pertama semampunya kepada balita malang. Besi pintu lift yang menjepit tangan kiri Atalia sangat sulit direnggangkan secara manual saja. Petugas keamanan rumah sakit terpaksa berlari kencang memanggil tim teknisi ahli instalasi dan pemeliharaan sarana.

"Diduga karena lengah, anak tersebut bermain tepat di depan pintu lift gedung RSUD," jelasnya. Kalimat Angga menggambarkan betapa cepatnya kecelakaan tersebut terjadi di tengah keramaian pengunjung rumah sakit. Teknisi IPRS bekerja ekstra hati-hati agar tidak menambah cedera pada bagian tangan kiri korban. Setelah perjuangan melelahkan, jepitan pintu lift akhirnya berhasil terbuka dan balita segera dievakuasi keluar.

Tangis Atalia Purba langsung pecah saat petugas berhasil menarik tubuhnya dari jeratan pintu besi. Tim medis segera melarikan bocah tersebut menuju Instalasi Gawat Darurat guna penanganan lebih lanjut. Luka pada tangan kiri balita itu langsung dibersihkan serta dibalut menggunakan kain kasa steril. Petugas medis bekerja cepat untuk memastikan tidak ada perdarahan hebat yang mengancam nyawa sang balita.

"Korban langsung dibersihkan lukanya serta dilakukan pembalutan oleh tim medis IGD RSUD," lanjut Angga. Kini Atalia sudah dipindahkan menuju ruang rawat inap bedah di kamar nomor seratus sebelas. Ayah dan ibu korban nampak masih sangat terpukul atas musibah yang menimpa putri mereka. Penjagaan di sekitar lokasi kejadian juga diperketat guna menghindari peristiwa serupa terulang kembali nantinya.

Dokter spesialis kini sedang melakukan observasi mendalam mengenai fungsi saraf pada bagian tangan korban. Pemeriksaan rontgen dilakukan guna memastikan apakah ada tulang yang patah atau hanya memar saja. Hasil pemeriksaan laboratorium medis sangat dinanti oleh keluarga besar Purba untuk menentukan langkah operasi. Semua berharap agar tangan kiri balita tersebut masih bisa berfungsi normal seperti sedia kala.

"Saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dokter spesialis terkait kondisi tangan kiri," pungkasnya. Penjelasan penutup dari Kapolres Dumai ini memberikan gambaran bahwa kasus ini masih terus dipantau. Polisi juga mengimbau agar setiap orang tua selalu waspada saat membawa anak kecil. Fasilitas publik seperti lift memang memiliki risiko tinggi jika digunakan tanpa pengawasan orang dewasa.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan standar keamanan lift. Sensor pintu lift seharusnya mampu mendeteksi benda sekecil apa pun yang menghalangi jalur tutupnya. Penambahan stiker peringatan di depan pintu lift juga dirasa sangat perlu bagi para pengunjung. Jangan sampai fasilitas yang seharusnya membantu mobilitas malah berubah menjadi mesin yang melukai pasien.

Keluarga korban kini fokus pada masa pemulihan psikologis sang anak yang nampak masih trauma. Suara gesekan pintu lift mungkin akan membekas lama dalam ingatan balita berusia tiga tahun. Dukungan moril dari kerabat terus mengalir menuju kamar seratus sebelas rumah sakit umum daerah. Semoga Atalia lekas sembuh dan bisa kembali bermain ceria bersama teman-teman sebayanya di rumah.

sumber :cakaplah

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Toilet Rest Area Tol Pekanbaru - Dumai Dikeluhkan Pengguna Jasa
Fantastis Anggaran Program MBG Riau Rp22,8 Miliar per Hari
Selundupan  Cartridge Vape Lewat Dumai  Bareskrim Buru Rendy Hermawan
Turun ke Lokasi Karlahut, Setda Fahmi Beri Semangat Tim di Lapangan
Erwan Marchdonida Jabat Kasatlantas Polres Dumai
Luas Karlahut di Dumai Capai 56,75 Hektar, Belum ada Tersangka
komentar
beritaTerbaru